Berita

Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat menunjukkan dokumen identifikasi tentara bayaran Amerika Serikat Airan Berry dan Luke Denman, yang berencana menjalankan operasi penggulingan Maduro/Net

Dunia

Trump Ogah Disebut Terlibat Dalam Rencana Operasi Penggulingan Presiden Venezuela

SABTU, 09 MEI 2020 | 00:14 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak tudingan bahwa Amerika Serikat berada di balik rencana serangan ke Venezuela untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.

"Jika saya ingin pergi ke Venezuela, saya tidak akan merahasiakannya," kata Trump kepada Fox News (Kamis, 7/5).

Sebelumnya, pemerintah Venezuela berhasil menggagalkan upaya invasi yang didukung oleh Amerika Serikat pekan lalu.


Menurut otoritas Venezuela, sekelompok tentara bayaran mendarat dengan kapal di kota Macuto akhir pekan kemarin. Sebanyak 13 orang, termasuk dua di antaranya adalah warga Amerika Serikat, ditangkap. Sementara itu, sebanyak delapan orang pria bersenjata lainnya meninggal dunia.

Kedua warga negara Amerika Serikat yang ditangkap itu bernama Luke Denman berusia 34 tahun dan Airan Berry berusia 41 tahun. Keduanya muncul dalam video yang ditayangkan di TV pemerintah pada hari Rabu dan Kamis pekan ini.

Dalam video tersebut, Denman, mantan anggota pasukan operasi khusus, mengaku bahwa keberadaannya di Venezuela adalah untuk membantu rakyat Venezuela mengambil kembali kendali atas negara mereka.

Dia menjelaskan, dirinya disewa untuk melatih warga Venezuela di Kolombia sebelum kembali ke Caracas dan menjalankan rencana untuk mengambil kendali bandara untuk memungkinkan Maduro dibawa keluar dari negara itu. Rencana itu merupakan bagian dari upaya pelengseran Maduro dari kursi nomor satu Venezuela.

Sementara itu, warga Amerika Serikat lainnya, Berry, dalam video yang sama mengaku bahwa dirinya bekerja dengan menargetkan target spesifik, seperti layanan intelijen.

Sedangkan Derman mengaku, dirinya dan Berry dikontrak oleh perusahaan keamanan yang berbasis di Florida, Silvercorp USA, untuk melaksanakan operasi tersebut.

Perusahaan itu sediri dipimpin oleh Jordan Goudreau, seorang veteran militer Amerika yang secara terbuka mengakui keterlibatannya dalam operasi itu.

Kemudian, pada hari Kamis (7/5), The Washington Post menerbitkan sebuah dokumen yang disebut-sebut sebagai kontrak antara Silvercorp dan oposisi Venezuela senilai 213 juta dolar AS. Kontrak itu dibuat untuk menginvasi Venezuela dan menggulingkan Presiden Maduro.

Pemimpin oposisi Venezuela yang juga mengklaim secara sepihak bahwa dirinya merupakan pemimpin sah Venezuela, Juan Guaido membantah terlibat dengan kasus tersebut. Dia juga menyangkal tuduhan yang menyebut bahwa dirinya menjalin kontrak dengan Goudreau.

Dalam sebuah pernyataan, dia mengatakan dia tidak memiliki hubungan atau tanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil oleh veteran perang Amerika Serikat tersebut.

Setelah video soal Derman dan Berry itu muncul ke publik Venezuela, Presiden Nicolas Maduro menunjuk hidung Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai otak di balik rencana jahat tersebut.

"Donald Trump adalah kepala langsung invasi ini," kata Maduro.

Namun Trump membantah tuduhan tersebut. Dia menyangkal terlibat dalam operasi itu.

"Saya akan masuk dan mereka tidak akan melakukan apa-apa," katanya.

"Mereka akan berguling. Saya tidak akan mengirim kelompok kecil. Tidak, tidak, tidak. Itu akan disebut tentara. Itu akan disebut invasi," sambungnya, seperti dimuat BBC.

Bantahan serupa juga keluar dari mulut Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo. Dia membantah ada dukungan pemerintah Amerika Serikat dalam operasi tersebut.

"Tidak ada keterlibatan langsung pemerintah Amerika Serikat dalam operasi ini," kata Pompeo.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Jadi Tersangka Tanpa Diperiksa, Pakar: Bertentangan dengan Konstitusi

Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:18

BPKH Harus Diperkuat demi Jaga Keberlanjutan Keuangan Haji

Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:12

Maroko dan Prancis Perkuat Kemitraan, 11 Perjanjian Baru Disepakati

Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:02

Halaqah Pra-Muktamar Bahas Arah Kepemimpinan NU di Abad Kedua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:02

Catatan Akhir Pekan Saham MD Entertainment: Terkoreksi, tapi Magnetnya Belum Pudar

Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:00

Cara Nonton Final Piala Dunia 2026, Spanyol Vs Argentina

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:49

Nelayan Pulau Panggang Kesulitan BBM

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:45

China dan RI Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Airlangga: KEK Batang Jadi Fokus Investasi

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:30

Sektor Teknologi dan Energi Topang Reli Indeks Kompas100 Sepekan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:14

Enam Titik Penginapan Siap Tampung Ribuan Peserta Muktamar NU

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:01

Selengkapnya