Berita

Dedi Kurnia Syah/Net

Politik

Pengamat: Pemerintah Harus Pastikan Tidak Ada Isu Perbudakan Di Balik Kematian 3 ABK WNI Di Kapal China

JUMAT, 08 MEI 2020 | 14:50 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah mesti memberikan kepastian kepada masyarakat Indonesia apa yang sebenarnya terjadi di balik kematian 3 Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) di Kapal berbendera China, Long Xin 629 dan Long Xin 604.

Terutama, terkait dugaan adanya isu praktik perbudakan yang menimpa para ABK WNI di kapal tersebut.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (8/5).


"Hal penting dan mendesak adalah memastikan benar tidaknya isu perbudakan," tegas Dedi Kurnia.

"Jika benar, maka tindakan tegas harus diambil karena menyangkut harkat dan martabat bangsa. Negara harus menunjukkan pembelaan kepada warga negara," imbuhnya.

Selain itu, kata Dedi Kurnia, pemerintah tidak cukup hanya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para ABK WNI yang tewas itu. Pemerintah juga harus menjamin pemenuhan hak-hak dari keluarga ABK yang tewas dan dilarung ke laut itu.

"Pemerintah tidak bisa hanya hanya sampaikan duka. Tetapi sangat perlu memberikan hak-hak keluarga ABK, terutama soal hak sebagai ABK jika terjadi hal semacam ini," tandasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya