Berita

Yuliandre Darwis/Net

Nusantara

Saat Pandemik Covid-19, KPI Pusat Minta Siaran Berkualitas Disajikan Untuk Masyarakat

SABTU, 02 MEI 2020 | 17:13 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menilai revolusi digital sangat memungkinkan membawa pembaruan dan perampingan sumber daya manusia bidang pendidikan dengan pemanfaatan teknologi digital.

Begitu dikatakan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Yuliandre Darwis, saat mengisi kegiatan diskusi berbasi digital dengan tema “Literasi Digital Dalam Pembelajaran” di Jakarta, Sabtu (2/5)

“Suka tidak suka, perubahan tengah berlangsung. Fenomena guru mengajar sudah berubah pola dan model sejalan dengan pesatnya perkembangan teknologi," ujar Yuliandre.


"Dunia pendidikan akan terus tertinggal bila mana pemangku kebijakan dan pelaku pendidikan tidak segera mengeksekusi model-modeal pembelajaran yang lebih cocok dengan perubahan jaman,” dia menambahkan.

Yuliandre menilai, sudah saatnya pembelajaran di kelas menyesuaikan dengan tuntutan dan perkembangan zaman. Sehingga pembelajaran di kelas bisa mengarahkan dan membekali siswa dengan berbagai keterampilan.

“Keterampilan yang pastinya dibutuhkan dan akan digunakan untuk menghadapi dan menjawab segala persoalan kehidupan yang terus mengalami perkembangan ini,” katanya.

Sebagian besar adalah generasi baru yang menghadapi pergeseran kebiasaan lama ke tradisi baru yang tidak mudah menduga arahnya.

Perkembangan dunia digital begitu dinamis, bagi Yuliandre, lambat laun bukan sekadar mempengaruhi tapi mengubah gaya hidup masyarakat tanpa dapat dihindari oleh siapa pun.

Bedasarkan data yang di ambil dari sumber We Are Social tahun 2020 mengemukakan penggunaan internet juga mengalami lonjakan yang cukup signifikan.

Meskipun penetrasi penonton televisi masih yang tertinggi, pengguna internet tetap menjadi yang terlama dibandingkan media manapun.

“Aplikasi yang dikenal Whatsapp juga mengumumkan pada Februari 2020, penggunanya bertambah pesat sehingga pada saat itu, pengguna aplikasi tersebut mencapai 2 juta pengguna di seluruh dunia,” jelasnya.

Menelisik kearah media konvensional, Andre sapaan akrabnya mengatakan, pada fase di tengah pandemik ini. Media berbasis konvensional dan digital harus bersatu pada menenangkan masyarakat dengan informasi berita yang bersifat mendidik.

“Salah satu contohnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui TVRI meluncurkan program "Belajar dari Rumah" sebagai alternatif belajar di tengah pandemi Covid-19,” tutur Andre.

Saat ini, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat telah meminta konfirmasi dari 16 stasiun televisi induk jaringan tentang program siaran berkualitas yang masih ditayangkan.

Program Siaran yang dikonfirmasikan ke stasiun televisi tersebut berasal dari database program siaran berkualitas berdasarkan Riset Indeks Kualitas Siaran Televisi dan nominasi dari tiga ajang penganugerahan yang diselenggarakan KPI sepanjang tahun 2019.

“Program siaran berkualitas ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi masyarakat dalam memilih program siaran yang akan ditonton,” pungkas Andre.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya