Berita

Ketua Majelis Jaring Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM)/Net

Politik

Iwan Sumule: ProDEM Bersama Said Didu Melawan Kemungkaran Luhut Pandjaitan

JUMAT, 01 MEI 2020 | 12:52 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Indonesia merupakan negara yang menganut demokrasi. Dibutuhkan kecerdasan dan kewarasan semua pihak agar iklim demokrasi bisa terjaga.

Begitu tegas Ketua Majelis Jaring Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule menanggapi laporan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kepada mantan Sekretaris BUMN M. Said Didu ke Bareskrim Polri.

Aduan ini berkaitan dengan pernyataan Said Didu di YouTube yang menyinggung Luhut. Said Didu sendiri telah mengeluarkan surat klarifikasi yang berisi empat poin.


Pertama meluruskan maksud judul video “Luhut: Uang, Uang, dan Uang di channel YouTube-nya. Poin kedua berisi penjelasan bahwa pernyataan Luhut hanya memikirkan uang merupakan rangkaian tidak terpisah dari analisa kebijakan pemerintah.

Sementara poin ketiga, meluruskan maksud menyebut sapta marga. Sedang di poin terakhir, Said Didu menegaskan bahwa apa yang disampaikan itu bukan kepentingan pribadi, melainkan untuk mengkritik aparatur negara agar dalam mengambil kebijakan bisa selalu fokus pada kepentingan rakyat.

Namun demikian, Luhut Pandjaitan merasa surat klarifikasi itu tidak sesuai dengan harapannya. Sehingga dia melalui kuasa hukum tetap melaporkan ke Bareskrim Polri.

“Berdemokrasi itu butuh kecerdasan dan kewarasan,” ujar Iwan Sumule yang kesal dengan laporan itu kepada redaksi, Jumat (1/5).

Menurutnya, apa yang lakukan Luhut itu merupakan upaya pembungkaman bagi para aktivisi yang kritis pada pemerintah. Untuk itu, semua elemen harus bersatu untuk melawan aksi-aksi yang mematikan demokrasi di Indonesia.

“Laporan Luhut ke polisi merupakan kriminalisasi dan upaya pembungkaman terhadap yang kritis,” tegasnya.

Atas dasar itu, ketua DPP Partai Gerindra tersebut memastikan segenap aktivis ProDEM siap berada di samping Said Didu agar demokrasi tidak dikuasai pemerintah. Mereka tidak ingin penguasa membunuh kebebasan bersuara dan berdemokrasi.
 
“ProDEM tetap bersama Said Didu melawan kemungkaran ini,” tegas Iwan Sumule.

Lebih lanjut, dia menyindir sejumlah aktivis pro demokrasi yang justru menjadi pembela aktor-aktor anti demokrasi. Salah satunya mantan Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Patra Zein yang memilih menjadi kuasa hukum Luhut dalam kasus ini.

Padahal, katanya, YLBHI merupakan lembaga yang turut memperjuangkan demokrasi di Indonesia, membela kaum tertindas, dan menjadi tempat para aktivis mengadu, serta meminta perlindungan hukum dari kekejaman rezim.

“Ini justru jadi menjijikan ketika mantan Ketua YLBHI malah jadi pembela "pembunuh" demokrasi,” sindirnya mengakhiri.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya