Berita

Ketua DPR RI Puan Maharani/Net

Politik

Puan Maharani Minta Pengusaha Dan Pekerja Bermusyawarah Cari Solusi Atasi Dampak Covid-19

JUMAT, 01 MEI 2020 | 10:40 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Semua elemen masyarakat harus bergotong royong dalam menangani wabah Covid-19. Jangan sampai wabah berdampak hingga ke sosial ekonomi yang akut.

Begitu pesan Ketua DPR RI Puan Maharani memperingati Hari Buruh Sedunia (May Day) yang jatuh pada hari ini, Jumat (1/5).

“Di tengah suasana pandemik Covid-19, saya berharap semua pihak bergotong royong menangani wabah ini termasuk dampak-dampak sosial ekonominya,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (1/5).


Secara khusus, Puan meminta para pengusaha untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada para buruh yang bekerja di perusahaan mereka.

Mantan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ini mengimbau kepada pemilik usaha dan para pekerjanya untuk dapat bermusyawarah menyelamatkan nasib perusahaan dan karyawan sembari menunggu situasi perekonomian berjalan normal kembali.

Selain itu, Puan juga meminta pemerintah pusat maupun daerah agar memberikan informasi kepada masyarakat mengenai PSBB ini dengan akurat. Termasuk informasi mengenai langkah-langkah selanjutnya setelah perusahaan-perusahaan diwajibkan menghentikan aktivitas normal akibat kebijakan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jabodetabek.

“Informasi dari pemerintah tentang tahapan-tahapan menuju aktivitas normal orang bekerja dan berusaha sangat penting, untuk menyusun langkah-langkah bagi kepastian berusaha yang terkait dengan nasib para buruh,” ujarnya.

“Pemerintah juga harus memastikan para buruh yang terdampak pandemik Covid-19 mendapatkan bantuan sosial,” demikian Puan Maharani.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya