Berita

Kondisi jalanan Jakarta sepi/Net

Politik

PSBB Efektif Tingkatkan Kualitas Udara Jakarta

KAMIS, 30 APRIL 2020 | 15:40 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di Jakarta selama beberapa pekan terakhir ternyata telah mempengaruhi kualitas udara Ibukota.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih kepada wartawan, Kamis (30/4).

Berdasarkan hasil penelitian terkait inventaris udara Jakarta diketahui bahwa sumber pencemaran dominan di ibukota berasal dari sektor transportasi.


"Dengan semakin berkurangnya aktivitas, otomatis semakin berkurang juga emisi yang dikeluarkan. Sehingga kualitas udara akan semakin membaik," ujarnya Kamis (30/4).

Selain itu, Penerapan Work From Home (WFH) sebagai upaya pembatasan aktivitas untuk mengurangi penyebaran Covid-19, juga berpengaruh pada kualitas udara Jakarta. Di mana pada minggu ke 3 hingga 4 penerapan WFH terlihat penurunan konsentrasi maksimum PM 2,5 sebesar 3 hingga 31 persen.

Namun demikian, Andono menambahkan bahwa kualitas udara tidak hanya dipengaruhi oleh sumber pencemar udara saja, faktor lain yang sangat berpengaruh besar yaitu suhu, kecepatan angin, kelembaban, curah hujan.

"Dapat dilihat pada grafik konsentrasi maksimum PM 2,5 saat diterapkannya PSBB sekitar 0,02 persen hingga 35,07 persen di 5 Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU). Konsentrasi maksimum PM 2,5 saat PSBB di seluruh SPKU memenuhi Baku Mutu Harian (<65ug/m3)," pungkasnya. 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya