Berita

Kombes Asep Adi Saputra/Net

Presisi

Polri Sudah Halau 2.765 Kendaraan Yang Ingin Mudik Dan Bagikan 900 ribu Paket Sembako

RABU, 29 APRIL 2020 | 20:21 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Selama lima hari pasca penetapan kebijakan pemerintah yang melarang mudik bagi masyarakat, jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menghalau 2.765 kendaraan baik roda dua hingga bus dan mobil travel.

Begitu disampaikan oleh Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra dalam konferensi pers melalui streaming di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/4).

“Pada hari kelima pelaksanaan Ops Ketupat 2020, sampai dengan hari ini Selasa, 28 April 2020 Korlantas Polri mencatat sebanyak 2.765 dari total 12.156 kendaraan pribadi, kendaraan sewa, bus, travel dan roda dua diminta untuk putar balik,” papar Asep.


Dikatakan Asep, kendaraan-kendaraan tersebut diminta putar balik karena ada indikasi penumpang sedang mudik.

Dari 2.765 kendaraan yang dihalau itu, merupakan akumulasi dari titik penyekatan di beberapa Polda jajaran.

Asep merinci, sebanyak 886 kendaraan dihalau oleh Polda Metro Jaya, 525 oleh Polda Jawa Barat, 773 kendaraan dihalau oleh Polda Jawa Timur, 23 kendaraan oleh Polda DIY, 198 Polda Banten, 32 oleh Polda Lampung dan 328 kendaraan dihalau oleh Polda Jawa Tengah.

Disisi lain, Asep menambahkan, upaya Polri melalui Operasi Aman Nusa II dalam rangka penanganan Covid-19, sampai dengan hari Selasa (28/4) telah melakukan kegiatan pembubaran massa sebanyak 610.118 kali.

Sebanyak 63.401 kali melakukan penyemprotan disinfektan dan 1.785.816 kali melakukan edukasi kepada masyarakat terkait bahayanya Covid-19 dan penerapan PSBB.

“Selain itu, TNI-Polri menggelar bantuan sosial serentak di seluruh wilayah Indonesia meliputi pemberian sembako kepada warga terdampak Covid-19 sejumlah 982.569 paket, alat kesehatan bagi tenaga medis sebanyak 635.591 dan membangun 2.468 dapur umum,” pungkas Asep.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya