Berita

Keyua KPk Firli Bahuri saat RDP dengan Komisi III/Repro

Nusantara

Dana Penanganan Covid-19 Nilainya Fantastis, DKI Jakarta Daerah Paling Disorot KPK

RABU, 29 APRIL 2020 | 14:23 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengawal anggaran penanganan bencana dalam hal ini, wabah Covid-19 di tanah air.

Salah satunya, dengan mendata dan mengawal besaran anggaran Rp 405,1 dari APBN dan Rp 56,7 triliun APBD yang telah digelontorkan.

Demikian disampaikan Ketua KPK Firli Bahuri saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR, Rabu (29/4).


"KPK sudah koordinasi melakukan monitoring, berapa banyak anggaran APBN dan APBD yang sudah dikucurkan," kata Firli Bahuri.

Firli Bahuri mengurai, dari alokasi anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp 504,1 triliun itu, ada beberapa ovinsi yang mendapatkan anggaran paling besar.

"Catatan kami ada lima provinsi yang terbesar. Pertama DKI Jakarta kurang lebih Rp10 triliun, Jawa Barat Rp 8 triliun, Jawa Timur Rp 2,3 triliun, Jawa tengah Rp  2,1 triliun, dan Aceh Rp 1,7 triliun," urainya.

Tidak hanya Provinsi, KPK juga memantau lima Kabupaten yang menganggarkan penanganan Covid-19 dengan jumlah paling besar.

"Ada lima terbesar, pertama Kabupaten Jember Rp 479,4 miliar, kedua Kabupaten Bogor Rp 384,1 miliar, Kabupaten Bandung Rp 273, 5 miliar, Kabupaten Tangerang Rp 243 miliar dan Kabupaten Tulangbawang Rp 228,8 miliar. Angka-angka ini sekali lagi kami terus pantau, kami aktif terus sampai dengan tanggal 20 April yang lalu," tutur Firli Bahuri.

Selanjutnya, KPK juga membatau anggran terbesar di beberapa Kota, antara lain Kota Makassar Rp 749,1 miliar, Kota Tangerang Rp 349,8 miliar, Kota Bogor Rp 348,6 miliar, Kota Bandung Rp 300,4 miliar dan kota Batam Rp 268,1 miliar.

KPK, lanjut Firli, berkomitmen akan segan menindak tegas pelaku korupsi anggaran Covid-19.

Sebab, KPK mengawal dan memastikan anggaran ini tepat sasaran dan didistribusikan ke masyarakat yang membutuhkan.

"Tentu inilah menjadi perhatian kami dari KPK. Untuk itu kami coba memetakan di mana saja titik rawan terjadinya korupsi," demikian Firli Bahuri.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya