Berita

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/Net

Nusantara

Anies Baswedan Tidak Pernah Buat Prediksi, Tapi Selalu Berupaya Mengantisipasi

RABU, 29 APRIL 2020 | 12:23 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pertanyaan mengenai kapan wabah Covid-19 akan berakhir selalu meluncur deras ke para pemangku kepentingan. Tak terkecuali hingga ke kuping Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Namun demikian, Anies tegas mengatakan bahwa dirinya enggan berandai-andai. Mengenai Covid-19, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu hanya akan menyampaikan apa yang dia ketahui.

"Jadi kita harus sampaikan apa yang kita tahu dan tidak tahu. Tapi saya tidak pernah membuat prediksi kapan ini selesai," ujarnya di acara ILC, Selasa malam (28/4).


Menurut Anies, pertanyaan tersebut seharusnya ditujukan dan dijawab oleh ahli epidemiologi. Hal itu lantaran para ahli yang biasa membuat model pola penularan dan prediksi.

"Kita tanyakan kepada ahlinya. Para ahli pun memiliki pandangan yang bervariasi," jelasnya.

Anies Baswedan menegaskan bahwa tugasnya saat ini adalah menyiapkan semua kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi.

“Itu artinya pencegahannya, bila terpapar maka menyiapkan fasilitas kesehatannya," tegasnya.

Dia menggarisbawahi kepada semua jajaran untuk tidak mengendorkan semangat. Hal itu dikarenakan perjuangan melawan Covid-19 belum selesai.

"Kita belum tahu apakah yang disebut perlambatan penambahan itu adalah fenomena jangka pendek, hanya beberapa hari lalu kemudian naik lagi, atau setelah beberapa hari lalu merata dan kemudian turun. Kita belum tahu," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya