Berita

Penjaga pantai Tiongkok, yang dikendalikan oleh polisi bersenjata, telah berada di garis depan ketika ketegangan meningkat di Laut Cina Selatan/Net

Dunia

Beijing Mereformasi Polisi Bersenjata Dan Penjaga Pantai Seiring Ketegangan Di Laut China Selatan

SELASA, 28 APRIL 2020 | 07:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

China akan menguatkan penegakan hukum maritim dengan mengerahkan kekuatan polisi dan penjaga pantai seiring munculnya ketegangan baru dengan tetangga-tetangganya di Laut Cina Selatan.

Rancangan revisi undang-undang yang diajukan kepada badan legislatif utama negara itu pada hari Minggu mengusulkan perubahan termasuk perintah sentralisasi Polisi Bersenjata dan memberikan lebih banyak sumber daya, seperti dikutip dari SCMP yang mengulang laporan dari media Xinhua, Senin (27/4).

Ini juga menentukan hukuman bagi siapa saja yang menghalangi petugas polisi bersenjata yang melakukan penegakan hukum.


Polisi bersenjata China yang memiliki 1,5 juta personil adalah pasukan paramiliter yang bertanggung jawab atas keamanan dalam negeri, pengendalian kerusuhan, anti-terorisme, penegakan hukum dan melindungi hak-hak maritim.

Penjaga pantai yang kapalnya semakin terlihat di perairan yang disengketakan di Laut Cina Selatan, dikendalikan oleh polisi bersenjata.

Amandemen tersebut bertujuan untuk memindahkan polisi bersenjata secara langsung di bawah komando Komite Sentral Partai Komunis serta Komisi Militer Pusat (CMC), yang keduanya diketuai oleh Presiden Xi Jinping, sejak 2017.

Dalam amandemen tersebut juga disebutkan tugas-tugas pasukan paramiliter, termasuk menangani penyelamatan darurat dan serangan teroris, dan termasuk panduan tentang melindungi hak-hak, penegakan hukum, pertahanan dan pertempuran di laut, seperti skenario di mana senjata dapat digunakan.

Ini menyerukan sistem organisasi dan komando yang lebih efisien, dan bagi polisi bersenjata untuk bergabung dengan jaringan berbagi intelijen nasional.

Polisi bersenjata juga akan mendapatkan lebih banyak dana "sepadan dengan tugas dan pengembangannya".

Revisi sekarang menunggu peninjauan dan persetujuan oleh Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional. Ini adalah kedua kalinya dalam empat tahun China berusaha mereformasi polisi bersenjatanya, peran pasukan paramiliter diperluas dan ditempatkan di bawah komando CMC pada 2017.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya