Berita

Stratofortress B-52, B-1 Lancer, dan B-2 Spirit milik Angkatan Udara AS terbang di atas Guam setelah diluncurkan dari Pangkalan Angkatan Udara Andersen, Guam, untuk operasi bomber terpadu pada tahun 2016 lalu/CNN

Dunia

Pertama Sejak 16 Tahun Terakhir, AS Tarik Semua Pesawat Pembom Dari Guam

MINGGU, 26 APRIL 2020 | 08:31 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Untuk pertama kalinya sejak 16 tahun terakhir, Angkatan Udara Amerika Serikat tidak memiliki pesawat pembom berat di Guam.

Pasalnya, lima buah pesawat pembom jenis B-52 Stratofortresses terbang milik Amerika Serikat meninggalkan Pangkalan Angkatan Udara Andersen di pulau Pasifik tersebut pada 17 April lalu.

Hal ini mengakhiri Keberadaan Bomber Berkelanjutan (CBP) di Pasifik. Ini adalah sebuah misi yang pernah disebut-sebut oleh Pentagon sebagai kunci pencegahan untuk musuh potensial dan kepastian untuk sekutu di Asia dan Pasifik Barat.


Di bawah CBP, pesawat pembom siluman B-52, B-1, dan B-2 dikerahkan ke Pangkalan Angkatan Udara Andersen dalam rotasi enam bulan. Hal ini sekaligus menempatkan kekuatan-kekuatan udara strategis Amerika Serikat dalam beberapa jam waktu terbang dari titik-titik nyala Pasifik seperti Korea Utara dan Laut China Selatan.

Namun kini, tampaknya ada perubahan strategi dari Amerika Serikat. Komando Strategis Amerika Serikat mengatakan pembom bisa lebih efektif ketika terbang dari pangkalan mereka di benua Amerika.

"Amerika Serikat telah beralih ke pendekatan yang memungkinkan pembom strategis untuk beroperasi maju di kawasan Indo-Pasifik dari berbagai lokasi di luar negeri, jika diperlukan, dan dengan ketahanan operasional yang lebih besar, sementara pembom ini secara permanen berbasis di Amerika Serikat," kata juru bicara Komando Strategi Amerika Serikat Mayor Kate Atanasoff dalam sebuah pernyataan, seperti dimuat CNN (Sabtu, 25/4).

Dia menjelaskan, langkah ini sejalan dengan Strategi Pertahanan Nasional 2018 Pentagon, yang menyerukan pasukan Amerika Serikat untuk secara operasional tidak dapat diprediksi.

Sementara itu, dari sudut pandang militer, analis Amerika Serikat mengatakan langkah itu masuk akal.

"Konsistensi dan prediktabilitas penyebaran (Guam) meningkatkan kerentanan operasional yang serius. Seorang perencana di militer China dapat dengan mudah merencanakan cara-cara menghancurkan pembom karena kehadiran mereka yang terkenal," kata peneliti senior pertahanan internasional dengan RAND Corp think tank di Washington, Timothy Heath.

Pendapat senada dikeluarkan oleh analis lainnya.

"Mundur dari Guam mengurangi jejak yang dapat ditargetkan menghadapi ancaman rudal balistik Cina dan Korea Utara," kata mantan direktur operasi di Pusat Intelijen Gabungan Komando Pasifik Amerika Serikat, Carl Schuster.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya