Berita

Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto/Repro

Publika

Syahadat Prabowo Bikin Gaduh

SABTU, 25 APRIL 2020 | 05:45 WIB

ENTAH dalam rangka apa tiba-tiba Prabowo Subianto berpidato. Kesannya ditujukan pada kader Gerindra karena yang bersangkutan sebagai Ketua Umum.

Akan tetapi karena disiarkan secara umum, maka seluruh rakyat Indonesia "terpaksa" menjadi bagian audiens dari pidato tersebut. Wajar muncul kemudiannya reaksi publik.

Dalam kaitan pidato untuk kader ya isinya biasa saja normatif, ia meminta kepercayaan penuh dari kader Gerindra soal kiprah koalisi dalam kabinet. Akan tetapi sebagai tontonan masyarakat luas, maka menjadi singgungan juga bagi bekas pendukung "militan" Prabowo saat Pilpres melawan Jokowi.


Ada goresan kekecewaan yang menambah sakit dengan isi pidato tersebut.

Satu bagian saja yang sensitif yaitu "syahadat" atau persaksian Prabowo soal profil Jokowi yang bagus "saya bersaksi keputusan Jokowi selalu berdasarkan keselamatan rakyat miskin dan lemah". Ini yang dinilai bertentangan dengan persaksian atau perasaan rakyat itu sendiri karena justru sebagian masyarakat menilai Jokowi itu sudah kehilangan orientasi dan pemihakan pada rakyat miskin dan lemah.

Keputusan soal revisi UU KPK, Omnibus Law, pemindahan ibukota, menaikkan tarif BPJS, serta tidak menurunkan harga BBM hanya sedikit contoh tidak perhatian Jokowi pada rakyat miskin dan lemah. Harta pembagian sembako cap "Presiden" pun membuat rakyat berlari-lari dan segelintir saja yang mendapatkan pembagian.

Presiden yang memihak investor dalam "segala" keputusan itulah yang disaksikan rakyat banyak. Prabowo nampaknya "kelilipan".

Syahadat "asyhadu" (saya bersaksi) Prabowo soal Jokowi mungkin bisa diabaikan dan dimaklumi karena ia sekarang adalah "pembantu" Jokowi. Menhan yang meluas (atau menyempit) dari pertahanan negara menjadi pertahanan Jokowi. Benteng atau tameng.

Beberapa pengamat menilai seorang Letnan Jenderal TNI, bekas pesaing yang dinilai sebagai pemenang Pilpres, mantan Pangkostrad dan Danjen Kopasus bisa bersaksi seperti itu hanya jika ada dalam "todongan senjata". Itupun jika ia pengecut.

Yang lebih parah adalah juru tafsir Waketum Partai Gerindra, Arief Poyuono yang justru memuji muji bahkan menjilat. Menurutnya Jokowi adalah "the real leader". Memang sudah lama Arief Poyuono ini adalah "Jokower" di kubu Gerindra, sejak sebelum Pilpres pun. Waketum yang menyebut penerus Presiden setelah Jokowi adalah Gibran atau Puan, ini tentu membela habis pujian Prabowo atas kang mas Jokowi.

Syahadat Prabowo terus menggema entah sampai kapan. Hanya saja catatan ketidakpercayaan pada Prabowo tentu semakin banyak pula. Ada juga yang bersyukur bahwa dalam Pilpres kemarin Prabowo "dikalahkan", sebab jika menang pun, watak "pecundang" seperti yang sekarang terbaca ini tidak juga membuat kebaikan bagi negeri. Banyak kelak yang dikecewakan dan menyesal juga.

Ada hikmah rupanya.

Kisah Jokowi dan Prabowo masih berlanjut. Keduanya memang pemerintah, bukan rakyat. Jadi apapun itu, yah maklum sajah.

M Rizal Fadillah

Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya