Berita

Presiden Joko Widodo dan Andi Taufan Garuda Putra/Net

Politik

KPK Harus Telusuri Apa Yang Sebenarnya Dilakukan Andi Taufan

JUMAT, 24 APRIL 2020 | 13:50 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kasus yang melilit Andi Taufan Garuda Putra tidak bisa berhenti saat bos PT Amartha Mikro Fintek itu menyatakan mundur dari Staf Khusus Presiden Joko Widodo.

Harus ada juga tindak lanjut atas pengiriman surat berkop Sekretarian Kabniet dari Andi Taufan kepada para camat untuk menitipkan Amartha dalam giat relawan desa.

Begitu tegas pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Andi Yusran kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (24/4).


"Menurut saya tidak cukup dengan hanya "berhenti", tetapi juga diikuti penyelidikan ada tidaknya tindak pidana yang terjadi “di balik” keterlibatan yang bersangkutan dan perusahannya dalam kegiatan di Kemendes," ujarnya . 

Nama Taufan belakang menjadi sorotan karena dinilai publik telah memanfaatkan momen pandemik Covid-19 ini dengan menyurati camat se-Indonesia dengan menggunakan kop Sekretariat Kabinet. Dia “menitipkan” perusahannya, PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) sebagai relawan desa lawan Covid-19.

Andi Yusran pun mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan penelusuran apa yang sebenarnya dilakukan Andi Taufan.

"Hanya saja saya ragu akan keberanian aparat hukum (KPK)  masuk ke lingkaran “istana”,” tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya