Berita

Hasil survei Indo BarometerRRI terkait PSBB/Repro

Politik

Survei Indo Barometer-RRI: Mayoritas Masyarakat Tidak Patuhi PSBB Karena Tuntutan Ekonomi

KAMIS, 23 APRIL 2020 | 13:27 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ada sejumlah faktor yang mengakibatkan kebijakan pemerintah tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) belum berjalan optimal. Mayoritas masyarakat menilai tuntutan ekonomi menjadi salah satu faktor tidak bisa diindahkannya PSBB.

Begitu disampaikan Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari dalam rilis survei Indo Barometer bersama RRI tentang "Survei Jurnalisme Presisi: "Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Mudik Lebaran", Kamis (23/4).

"Alasan respoden menyatakan bahwa pelaksanaan PSBB belum dipatuhi oleh masyarakat yaitu tuntutan ekonomi masyarakat 51 persen," kata Qodari.


Qodari mengatakan, faktor ekonomi tersebut juga yang membuat masih banyaknya masyarakat berangkat kerja. Selanjutnya, masih banyak masyarakat yang berkerumun karena minimnya kesadaran serta masih dianggap kurangnya sosialisasi.

"Masih banyak warga yang berkerumun 17,2 persen, masih banyak warga yang berangkat kerja 11,7 persen, belum ada bantuan sehingga sulit tinggal dirumah 9 persen, masih banyak warga muslim yang melaksanakan sholat jum'at 5,5 persen, tingkat kesadaran masyarakat masih rendah 3,4 persen dan kurang sosialisasi 2,1 persen," demikian Qodari menguraikan.

Survei ini digelar sejak 9-15 April di tujuh provinsi di Indonesia. Antara lain; Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan.

Survei Jurnalisme Presisi ini menggunakan metode quota & purposive sampling melalui wawancara via telepon seluler dari 400 responden dengan margin of error sebesar ± 4,9 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya