Berita

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono/Net

Politik

Arief Poyuono: Ya Ampun Kangmas, Kok Bisa-bisanya Stafsusmu “Ngarit” Di Pemerintahan

KAMIS, 23 APRIL 2020 | 07:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Rasa prihatin disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono kepada Presiden Joko Widodo atas ulah para Staf Khusus Presiden dari kalangan milenial. Pasalnya ada fenomena stafsus memanfaatkan proyek yang ada di pemerintahan.

Adamas Belva Syah Devara sudah lebih dulu menyatakan mundur setelah perusahaannya Ruangguru dikritisi publik karena turut menjadi aplikator Program Kartu Prakerja.

Kemudian Andi Taufan Garuda Putra yang kedapatan menyurati camat untuk menitipkan perusahaannya dalam giat relawan desa.


Terakhir beredar kabar bahwa  Kementerian Koperasi dan UKM mengalirkan pinjaman atau pembiayaan bagi pengembangan koperasi dan UMKM asal Papua. Pembiayaan untuk koperasi ini diberikan melalui PT Papua Muda Inspiratif yang dipimpin salah satunya oleh Billy Mambrasar.

“Waduh Stafsus Presiden kok cuma pandainya mengergaji dan ngarit (mencari rumput) dana APBN sih untuk cari makan dan untung,” kesal Arief Poyuono.

Jika perilaku seperti itu yang ditunjukkan, sambungnya, maka lebih hebat para milenial yang berdagang bakso hingga membuka usaha barber shop. Meski pendidikan minim dan tidak ada fasilitas, mereka tetap mampu menciptakan lapangan kerja sendiri.

“Nah ini kok cuma bisanya ngarit, cari kangtao di pemerintahan dengan katabelece sebagai Stafsus Presiden. Padahal gajinya udah gede banget,” terangnya.

“Ya Ampun, kok kangmas bisa-bisanya menjadikan mereka staf khusus sih,” tutup Arief Poyuono.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) telah membantah pernyataan Billy Mambrasar  yang menyebut ada 21 pengusaha muda Papua mendapat dukungan dana investasi senilai Rp 1,44 miliar dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi dan UMKM melalui mekanisme koperasi.

Dirut LPDB KUKM Supomo menegaskan koperasi yang diajukan Stafsus Presiden Jokowi Billy Mambrasar terkait program Gerakan Papua Muda belum menerima pinjaman apapun, karena belum memenuhi syarat yang ditentukan LPDB.

Supomo juga menegaskan saat ini tidak ada pemberian pinjaman atau pembiayaan dana bergulir kepada PT Papua Muda Inspiratif untuk pembiayaan program Gerakan Papua Muda, yang didirikan Billy untuk membantu sebanyak 308 pengusaha muda Papua mengembangkan usaha.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

UPDATE

Polri Evaluasi Penggunaan Senpi Buntut Kasus Iptu N di Makassar

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:58

Luhut Usul Pembentukan Satgas Khusus Imbas Konflik Israel-Iran

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:39

Selebgram Klaim Dijadikan Tersangka dan Ngadu ke Kapolri

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:10

Perang Timur Tengah Siap-siap Bikin APBN Babak Belur

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:55

Warga Temukan Bayi Mungil Ditemani Sepucuk Surat di Gerobak Nasi Uduk

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:31

Iran Pertegas Kembali Fatwa Haramkan Senjata Nuklir

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:08

Berikut Jadwal One Way hingga Contra Flow di Tol Trans Jawa saat Mudik

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:45

Luhut: Spirit Rakyat Iran Tidak Pernah Goyang

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:21

Rapimnas IKA-PMII, Bedah Dampak Gejolak Timteng Terhadap Ekonomi RI

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:05

50 Lansia Dhuafa di Depok Terima Santunan Ramadan

Kamis, 05 Maret 2026 | 22:58

Selengkapnya