Berita

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ferry Juliantono/Net

Politik

Ferry Juliantono: Aneh Kalau Jokowi Tidak Tahu Mafia Yang Permainkan Perut Rakyat

RABU, 22 APRIL 2020 | 13:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Rasa curiga Presiden Joko Widodo terhadap dugaan mafia bahan kebutuhan pokok, khususnya gula, dianggap aneh. Sebab sudah jelas harga gula melambung karena ada permainan dari mafia distribusi yang berkongkalikong dengan pabrikan swasta.

Begitu kata Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ferry Juliantono kepada redaksi, Rabu (22/4).

Ferry mengurai bahwa faktor permintaan melonjak bukan penyebab kongkalikong tersebut. Permainan terjadi karena suplai gula terganggu akibat impor yang tersendat.


Para mafia kemudian memanfaatkan kondisi tersebut dengan mencari keuntungan setinggi-tingginya. Mereka menaikan harga gula hingga 50 persen. Dari sebelumnya berkisar Rp 12 ribu hingga Rp 13 ribu per kilogram menjadi Rp 19 ribu per kilogram.

Waketum DPP Partai Gerindra itu juga mengurai kenapa kongkalikong bisa mudah terjadi. Kata dia, pabrikan gula swasta sudah punya jaringan distribusi dari tingkat whole seller, distributor, dan agen.

“Sementara pemerintah tidak punya kendali atas jaringan itu karena memang "melumpuhkan diri dari sejak hulunya sampai hilirnya”,” ujarnya.

Pabrik gula, sambung ketua umum Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) itu, mati satu persatu atau beralih ke swasta. Mayoritas pabrik milik pemerintah juga terlalu kuno. Mesinnya merupakan peninggalan sejak zaman Belanda, sehingga kalah saing.

Di hilir, Bulog dilumpuhkan. Bulog berubah menjadi perusahaan distributor biasa saja yang tidak lagi memiliki kuasa menjaga stabilitas harga bahan pokok penting atau sembako.

“KUD-KUD dimatikan perlahan, dan pasar-pasar tradisional terpepet retail modern yang punya akses langsung ke pabrikan. Ya sempurnalah penguasaan distribusi oleh mafia ini,” urai Ferry.

Menurutnya, satu-satunya kekuasaan yang dimiliki pemerintah kini adalah aturan. Tapi kekuatan itu urung untuk digunakan karena para pejabat khawatir kehilangan "gula-gula" dari para mafia ini.

“Jadi menurut saya, aneh bila presiden tidak tahu siapa yang bermain soal distribusi, yang ujungnya permainkan perut rakyat ini?” sambungnya.

“Kita saja yang masih awam bisa tahu kok ada mafia yang ambil rente/untung gila-gilaan. Janganlah sampai seperti kura-kura dalam perahu alias pura-pura tidak tahu, sehingga ada alasan untuk tidak menindak atau tepatnya membiarkan mafia itu merajalela,” masih kata Ferry.

Sebagai solusi, wakil ketua umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) itu meminta presiden menggunakan kekuasaan yang dimiliki. Caranya dengan memerintahkan Menteri Perdagangan menyikat habis para mafia dengan merombak aturan, sehingga para mafia itu tunduk.

“Jangan malah ke balik, penguasa yang ikut aturan mafia seperti sekarang,” tutupnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya