Berita

Presiden Jokowi masih berupaya lanjutakan proyek pemindahan ibukota/Net

Politik

Diam-Diam Lanjutkan Proyek Pemindahan Ibukota, Ubedilah Badrun: Jokowi Mulai Kehilangan Nuraninya

RABU, 22 APRIL 2020 | 08:19 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Joko Widodo dianggap telah kehilangan sensitivitas nurani lantaran diam-diam masih berupaya melanjutkan proyek pemindahan ibukota di saat pandemik Covid-19 yang mengakibatkan perekonomian memburuk.

Demikian diungkapkan Direktur Eksekutif Center for Social Political Economic and Law Studies (CESPELS), Ubedilah Badrun, usai mendapatkan dokumen yang menunjukkan perkembangan proyek pemindahan ibukota saat ini.

Dokumen yang didapat Ubedilah adalah dokumen dengan nama paket Penyusunan Rencana Induk dan Strategi Pengembangan Ibukota Negara yang ditangani oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).


"Di tengah situasi sosial ekonomi yang memburuk akibat Covid-19, Jokowi ternyata seolah-olah diam-diam masih terus melakukan upaya untuk melanjutkan proyek infrastruktur pemindahan ibukota," ucap Ubedilah Badrun kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (22/4).

"Hal itu terlihat dari bergulirnya proyek penyusunan master plan Ibukota Negara. Terkait proyek tersebut sudah tercantum dalam dokumen Layanan Pengadaan Secara Elektronik," imbuh Ubedilah.

Proyek tersebut, kata analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), bernilai Rp 85 miliar yang dijalankan melalui penunjukan langsung.

"Entah perusahaan mana dan milik siapa nanti yang akan ditunjuk langsung. Fakta di atas menandakan bahwa proyek pemindahan Ibukota Negara di tengah derita rakyat saat ini akan terus dilaksanakan," jelas Ubedilah.

Hal tersebut, lanjut Ubedilah, memperlihatkan hilangnya sensitivitas nurani Presiden Jokowi terhadap rakyat kecil yang tengah menderita akibat pandemik Covid-19.

"Maaf, saya menilai Presiden Jokowi mulai kehilangan sensitivitas nuraninya pada rakyat kecil. Di tengah rakyat menderita akibat Covid-19 dengan korban terus bertambah dan ada juga rakyat yang meninggal karena kelaparan di Banten, Jokowi justru mendorong proyek infrastruktur terus dijalankan. Seolah ego kepentingan dan ambisinya menutupi nuraninya. Ini performa politik terburuk Jokowi," tegas Ubedilah.

Dengan demikian, Ubedilah menyarankan agar Jokowi untuk segera menghentikan seluruh proyek infrastruktur dan mengutamakan nyawa rakyat yang terdampak pandemik Covid-19.

Sekadar info, berdasarkan penelusuran di laman lpse.lkpp.go.id dengan nomor kode paket 6740119 dan nama paket Penyusunan Rencana Induk dan Strategi Pengembangan Ibukota Negara (Master Plan Ibukota Negara (MP IKN)) tercantum nilai pagu paket senilai Rp 85 miliar dari anggaran APBN 2020 dengan tanggal pembuatan pada 24 Maret 2029.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kapal-kapal yang Tertinggal

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:55

Teriakan ‘Bapak Aing’ Sambut Kirab Milangkala Tatar Sunda

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:36

Kebahagiaan Mahasiswa Baru

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:20

Pemerintah Mestinya Terbuka soal Harga Keekonomian BBM Bersubsidi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:59

Nelayan Tradisional Soroti Tiga Isu Mendesak Masyarakat Pesisir

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:45

ASEAN dan Tantangan Ketahanan Energi Kawasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:25

Eks Wakapolda Sulsel Jabat Kapolda Sulteng

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:59

KIOTEC Kunjungi Korsel Perkuat Kapasitas SDM Kelautan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:40

Meritokrasi dan Integritas dalam Promosi Perwira Tinggi TNI-Polri

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:28

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya