Berita

Presiden Jokowi bersama CEO Ruangguru Belva Devara/Net

Politik

Mundurnya Belva Devara Dari Stafsus Jokowi Tidak Otomatis Selesaikan Masalah Kartu Prakerja

SELASA, 21 APRIL 2020 | 19:37 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Mundurnya Adamas Belva Syah Delvara sebagai Staf khusus (Stafsus) Presiden dinilai tidak otomatis menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada program Kartu Prakerja.

Awalnya, Bhima Yudhistira memberikan apresiasi atas mundurnya Belva dari jabatannya sebagai Stafsus Presiden. Langkah itu merupakan sebagai bentuk pertanggungjawaban seorang milenial agar lebih fokus dalam menjalankan bisnis.

Bahkan, langkah itu juga dinilai sebagai pembelajaran agar milenial harus memiliki integritas dan bisa menghindari konflik kepentingan.


"Namun, permasalahan terkait Kartu Prakerja tidak serta merta tuntas dengan mundurnya Belva," ucap Bhima Yudhistira kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (21/4).

Karena kata Bhima, masih banyak hal yang menjadi masalah dari program yang dibanggakan oleh Presiden Joko Widodo itu.

"Pertama, masih perlu dilakukan penyidikan terkait MoU mitra pelaksana Kartu Prakerja yang dilakukan sebelum Peraturan teknis dikeluarkan Pemerintah," jelas Bhima.

Selain itu kata Bhima, Kartu Prakerja juga tidak menjawab persoalan krisis yang tengah dihadapi oleh rakyat Indonesia. Khususnya bagi rakyat yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Korban PHK lebih membutuhkan bantuan berupa cash transfer atau BLT (Bantuan Langsung Tunai) dibandingkan dengan pelatihan online," kata Bhima.

Sehingga kata Bhima, Presiden Jokowi sebaiknya membatalkan pendaftaran Kartu Prakerja pada gelombang kedua untuk mencegah pemborosan anggaran serta mengalihkan anggaran tersebut.

"Mengalihkan seluruh anggaran Kartu Prakerja agar berdampak langsung pada daya beli masyarakat yang terkena Covid-19," terang Bhima.

Kemudian kata Bhima, Presiden Jokowi juga sebaiknya memberikan bantuan internet selama 3 hingga 5 bukan ke depan yang dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia dibanding memberikan pelatihan online.

"Sehingga masyarakat bisa mengakses konten pelatihan serupa di Youtube dan platform gratis lainnya," pungkas Bhima.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya