Berita

Muhammad Najib/Net

Muhammad Najib

Pentingnya Ilmu Pengetahuan, Sain, Dan Teknologi Dalam Beragama

SELASA, 21 APRIL 2020 | 10:48 WIB | OLEH: DR. MUHAMMAD NAJIB

INSYAALLAH umat Islam di Indonesia akan memulai puasa secara serentak, karena 1 Ramadhan tahun ini akan jatuh pada hari Jumat, 24 April. Begitu juga 1 Syawal saat merayakan Hari Raya Idhul Fitri tahun 2020.

Menurut pakar astronomi yang memimpin Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Prof. Thomas Jamaluddin, yang bahkan sudah memprediksi keserentakan memasuki bulan suci Ramadhan bukan hanya pada tahun ini, akan tetapi juga insyaAllah pada tahun depan.

Hal ini terjadi dikarenakan posisi bulan pada 29 Sya'ban 1441 H atau Magrib 23 April 2020, akan berada pada ketinggian di atas 3 derajat di Indonesia bagian Barat.


Lebih lanjut Prof. Jamaluddin menyatakan perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah di dalam menetapkan 1 Ramadhan (puasa) dan 1 Syawal (Idhul Fitri) bukan karena perbedaan metoda yang selama ini dikenal dengan sebutan hisab (untuk Muhammadiyah) dan rukyah (untuk NU), akan tetapi perbedaannya pada kriteria.

Jika NU menggunakan kriteria di atas 2 derajat baru dinyatakan masuk bulan baru, sedangkan Muhammadiyah menggunakan kriteria di atas nol derajat. Kriteria yang digunakan NU lazim dikenal dengan sebutan Imkanu Rukyah, sedangkan yang digunakan Muhammadiyah dikenal dengan metoda Hisab.

Dengan demikian jika dua organisasi besar yang mewakili sebagian besar umat Islam Indonesia ini, demi kemaslahatan umat kemudian bermusyawarah memyepakti kriteria tinggi bulan untuk menetapkan pergantian bulan dalam kapender hijriyah, maka kedepan tidak ada lagi perbedaan dalam menetapkan Ramadhan dan Idhul Fitri.

Bila hal ini terjadi, maka tradisi melihat bulan menjelang Ramadhan dan Idhul Fitri akan bergeser menjadi fenomena budaya, karena kapan Ramadhan dan kapan Idhul Fitri sudah diketahui jauh sebelumnya dengan bantuan sain dan teknologi, apalagi peralatan yang ada semakin hari semakin canggih. Disinilah pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan, sain, dan teknologi dalam menjalankan agama.

Masalah penetapan 1 Syawal dan 1 Ramadhan sejatinya hanya satu kasus dari banyak hal, dimana umat Islam memerlukan dukungan ilmu pengetahuan, sain, dan teknologi agar bisa melaksanakannya dengan baik.

Dalam ilmu kedokteran, masalah ini jauh lebih rumit dan menantang. Salah satu contoh, saat ini kita menghadapi mewabahnya virus covid-19 (Corona). Tanpa mengenali secara baik jenis virus ini dan bagaimana sebenarnya cara penyebarannya, kemudian bagaimana cara menangkalnya, maka selama itu umat Islam akan sulit mutuskan berapa lama atau berapa kali diizinkan untuk tidak melaksanakan shalat Jumat di masjid.

Dalam bidang ekonomi tentu lebih pelik lagi, kemajuan teknologi komputer telah mengubah secara besar-besaran bagaimana transaksi dilakukan, ditambah uang sebagai nilai tukar kini wujudnya muncul dalam berbagai bentuk. Dalam situasi seperti ini pendekatan fiqih konvensional tidak memadai lagi, apalagi kalau hanya berhenti sampai pada kriteria: halal, haram, mubah, dan subhat.

Masih banyak lagi wilayah yang bisa dielaborasi sebagai contoh, jika Islam ingin menjawab seluruh aspek kehidupan yang kini dihadapi umat manusia, agar benar-benar dapat menjadi rahmatan lil alamin sebagaimana pesan Al Quran.

Idealnya dengan Islam, umat Islam atau ilmuwan Islam memberikan konstribusi dalam mencari solusi. Untuk itu diperlukan penguasaan ilmu pengetahuan, sain, dan teknologi. Wilayah ini termasuk pada wilayah ayat-ayat qauniah, bila hendak memggunakan terminologi Al Qurn. Tanpa itu, maka umat Islam hanya akan menjadi beban. Wallahualam.

Penulis adalah pengamat politik Islam dan demokrasi.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya