Berita

Belva Devara sebaiknya terima tantangan Bhima Yudhistira/Net

Politik

Jadi Ajang Pembuktian Kapasitas, Belva Devara Sebaiknya Terima Tantangan Bhima Yudhistira

SENIN, 20 APRIL 2020 | 08:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo, Adamas Belva Syah Devara, sebaiknya menerima tantangan debat terbuka dari ekonom Indef, Bhima Yudhistira

Sebab, dialektika yang terjadi akan menunjukkan kepada publik tentang kapasitas keduanya. Sekaligus membuka 'ruang gelap' proses politik dalam mengelola keuangan negara terkait Kartu Prakerja.

Demikian disampaikan Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Senin (20/4).


"Terima saja (tantangan Bhima Yudhistira). Malah bagus jadi pembelajaran untuk semua. Dapat jadi ajang untuk menunjukkan kapasitas diri," ujar Mardani Ali Sera.

"Tantangan Bhima Yudhistira baik bagi terwujudnya ruang publik yang akuntabel. Karena (debat terbuka) membuka ruang gelap dari proses politik yang melibatkan keuangan negara termasuk beberapa kebijakan negara yang menjadi perhatian publik," sambungnya.

Lebih lanjut, Mardani Ali Sera menegaskan bahwa pertarungan intelektual antara Belva Devara dengan Bhima Yudhistira bisa menjadi pembuktian agar setiap ucapan dan sikap mesti bisa dipertanggungjawabkan.  

"Ini menjadi pelajaran bagi siapapun, apalagi penyelenggara negara untuk punya etika dan mampu bertanggung jawab atas setiap tindakannya," pungkasnya.

Seperti diketahui, Bhima Yudhistira mengajak Belva yang juga CEO Ruangguru tersebut melakukan debat terbuka terkait tema Kartu Prakerja, konflik kepentingan, oligarki milenial, serta permasalahan bangsa lainnya di tengah Covid-19.

Kartu Prakerja yang digagas pemerintah ini memang menyisakan kontroversi. Mengingat, program tersebut menelan anggaran pelatihan senilai Rp 5,6 triliun. Di mana untuk pelatihannya menggunakan aplikator Ruangguru yang diketahui dimiliki Belva Devara.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya