Berita

Politisi PDIP Masinton Pasaribu/Net

Politik

Kritik Masinton Dipuji, Pengamat: Dia Wakil Rakyat Yang Tidak Berpihak Pada Oligarki

SENIN, 20 APRIL 2020 | 08:21 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan keras anggota Komisi III DPR RI fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu terkait Perppu Nomor 1/2020 patut diapresiasi.

Selayaknya, seorang wakil rakyat itu memang harus selaras dengan keinginan rakyat. Karena telah di pilih rakyat dan menjadi representasi rakyat di parlemen.

Begitu disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Senin (25/4).


"Kita apresiasi Masinton Pasaribu (MP). Karena dia bicara objektif. Sebagai wakil rakyat, dia sudah berkata apa adanya. Dan itu yang dibutuhkan rakyat,” kata Ujang Komarudin.

Pengamat politik jebolan Universitas Al-Azhar Indonesia ini menilai, sekalipun dia kader partai pendukung pemerintah, mantan aktivis 1998 itu telah menyatakan hal yang objektif. Sudah seharusnya wakil rakyat itu membela kepentingan rakyat. 

"Wakil rakyat yang berpihak pada rakyat. Bukan berpihak pada kepentingan oligarki," ucap Ujang Komarudin.

Terlebih, sambungnya, Perppu tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Covid-19 itu telah banyak ditolak dan digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) oleh banyak pihak. Termasuk para tokoh bangsa seperti Amien Rais, Din Syamsuddin, Adhie Massardi dkk.

Perppu Covid-19 itu dianggap menabrak konstitusi UUD 1945 dan cenderung berpihak pada para oligarki.

"Para tokoh bangsa yang menggugat perppu, Masinton Pasaribu, dan rakyat menilai bahwa perppu tersebut berpotensi bertentangan dan menggilas konstitusi. Juga dianggap melanggengkan oligarki," demikian Ujang Komarudin.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya