Berita

Warga Brasil turun ke jalan untuk melakukan unjuk rasa/Al Jazeera

Dunia

COVID-19

Ogah Lockdown, Ratusan Warga Brasil Turun Ke Jalan

MINGGU, 19 APRIL 2020 | 18:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ratusan warga Brasil turun ke jalanan di sejumlah kota besar di negara tersebut akhir pekan ini. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk penolakan atas langkah penguncian alias lockdown yang dilakukan oleh pemerintah Brasil di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 yang terjadi.

Para pengunjuk rasa turun ke jalan dengan menumpang truk, mobil dan motor. Beberapa di antara mereka membawa serta bendera nasional Brasil.

Banyak di antara pengunjuk rasa yang membunyikan klakson di jalan utama di Rio de Janeiro, Sao Paulo dan ibukota Brasilia pada hari Sabtu (18/4). Mereka menyerukan agar Presiden Brasil, Jair Bolsonaro mengundurkan diri dari jabatannya karena memaksa sebagian besar bisnis untuk tutup selama berminggu-minggu.


Di Rio de Janeiro, sekitar 100 kendaraan ikut serta dalam aksi yang membuat macet di jalan ikonik Atlantica Avenue.

"Entah kita hanya memiliki pandemi, yang sudah banyak, atau kita memiliki pandemi dan kekacauan," kata Anderson Moraes, seorang legislator negara bagian yang telah meminta warga Rio untuk bergabung dengan protes.

"Pastinya, hidup lebih penting daripada yang lainnya, tapi kita tidak bisa mengambil keputusan hari ini tanpa memikirkan hari esok. Karena besok, saya tidak tahu bagaimana keadaan keluarga lelaki ketika dia melihat anak-anaknya kelaparan," sambungnya.

Untuk diketahui, langkah lockdown dilakukan di sejumlah wilayah di Brasil. Keputusan lockdown diambil oleh pemerintah negara bagian. Sementara Presiden Brasil Jair Bolsonaro kerap menentang langkah semacam itu.

Unjuk rasa ini dilakukan sehari setelah Bolsonaro memecat Menteri Kesehatannya, Luiz Henrique Mandetta, yang telah mempromosikan tindakan isolasi dan lockdown.

Bolsonaro sendiri diketahui kerap berselisih paham dengan Mandetta terkait penanganan pandemi virus corona. Keduanya memiliki sikap bertentangan.

Bolsonaro cenderung tidak banyak mengambil tindakan agresif untuk mengerem penularan virus corona. Namun hal sebaliknya dilakukan oleh Mandetta yang mendesak langkah ekstrem penanganan virus corona.

Bolsonaro juga kerap mengkritik pemerintah negara bagian yang mengambil langkah agresif penanganan Covid-19, terutama terkait dengan penguncian. Menurutnya, kerugian ekonomi bisa lebih merusak daripada penyakit itu sendiri.

Menanggapi unjuk rasa tersebut, di Brasilia, Bolsonaro menegaskan kembali niatnya untuk mulai membuka kembali perekonomian.

"Ketakutan itu berlebihan," kata Bolsonaro.

Dia mengecam keserakahan para politisi yang menurutnya telah menciptakan kepanikan.

"Orang-orang ingin kembali normal," sambungnya dalam sesi Facebook Live sesaat sebelum bertemu dengan kerumunan kecil pendukung yang berkumpul di luar istana presiden Planalto.

"Kami akan mulai menambahkan lebih banyak fleksibilitas," jelasnya, mengutip Al Jazeera.

Untuk diketahui, Brasil memiliki tingkat infeksi virus corona yang tinggi di kawasan Amerika Latin. Hingga akhir pekan ini, tercatat ada lebih dari 36.500 kasus infeksi yang dikonfirmasi dengan setidaknya 2.347 kematian.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Jadi Tersangka Tanpa Diperiksa, Pakar: Bertentangan dengan Konstitusi

Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:18

BPKH Harus Diperkuat demi Jaga Keberlanjutan Keuangan Haji

Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:12

Maroko dan Prancis Perkuat Kemitraan, 11 Perjanjian Baru Disepakati

Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:02

Halaqah Pra-Muktamar Bahas Arah Kepemimpinan NU di Abad Kedua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:02

Catatan Akhir Pekan Saham MD Entertainment: Terkoreksi, tapi Magnetnya Belum Pudar

Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:00

Cara Nonton Final Piala Dunia 2026, Spanyol Vs Argentina

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:49

Nelayan Pulau Panggang Kesulitan BBM

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:45

China dan RI Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Airlangga: KEK Batang Jadi Fokus Investasi

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:30

Sektor Teknologi dan Energi Topang Reli Indeks Kompas100 Sepekan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:14

Enam Titik Penginapan Siap Tampung Ribuan Peserta Muktamar NU

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:01

Selengkapnya