Berita

Politisi PDIP, Masinton Pasaribu/Net

Politik

Anak Buah Megawati Kritik Keras Jokowi: Perppu Covid-19 Adalah Kepentingan Oligarki Dan Sabotase Konstitusi!

SABTU, 18 APRIL 2020 | 18:26 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Anggota Komisi III DPR RI fraksi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu bereaksi keras atas keputusan Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu) 1/2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Covid-19.

Mantan Aktivis 1998 itu secara lantang menyebut Perppu itu bukanlah aturan yang diciptakan untuk kepentingan rakyat dalam rangka menghadapi pandemik virus corona baru (Covid-19).

Anak buah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu menegaskan bahwa Perppu 1/2020 bertentangan dengan konstitusi dan disinyalir ada kepentingan besar di belakangnya yakni oligarki.


"Perppu No.1 Tahun 2020 Kepentingan nyata Kaum Oligarki. Toean.. (Tuan) Ini bukan Perppu, ini Sabotase Konstitusi," kata Masinton Pasaribu dalam cuitan akun Twitter pribadinya beberapa saat lalu, Sabtu (18/4).

Sekadar informasi, sejumlah tokoh bangsa juga sudah secara resmi mengajukan gugatan uji materi atau Judicial Review (JR) Perppu 1/2020 itu ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Para tokoh bangsa seperti Din Syamsuddin, Adhie Massardi, Marwan Batubara, Amien Rais, dkk itu tergabung dalam Koalisi Masyarakat Peduli Kedaulatan (KMPK). Pada Rabu (15/4) kemarin mereka telah resmi mengajukan gugatan ke MK.

Mereka menilai dalam Perppu tersebut banyak Pasal Pasal yang bertentangan dengan konstitusi dan prinsip negara hukum.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya