Berita

M. Rahman/Net

Politik

Tolak Omnibus Law Ciptaker, DPD Minta DPR Hentikan Pembahasan!

SABTU, 18 APRIL 2020 | 11:40 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komite III DPD RI menolak RUU Cipta Kerja dengan sitem omnibus Law dan mendesak DPR RI untuk menghentikan pembahasan RUU tersebut.

Sebab, RUU sapu jagat itu hanya sebatas mengedepankan peningkatan investasi tanpa memberikan perlindungan terhadap para pekerja, adanya desentralisasi kekuasaan dan aspek turunannya yang lain.

Begitu ditegaskan Wakil Ketua II Komite III DPD RI, M. Rahman dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (18/4).


"Menolak RUU Cipta Kerja dan meminta DPR RI untuk menghentikan pembahasan RUU Cipta Kerja. RUU ini hanya dominan dalam peningkatan investasi tanpa mempertimbangkan hak-hak pekerja, asas desentralisasi, dan aspek lainnya," tegas Rahman.

Tidak hanya itu, kata dia, RUU Ciptaker juga cacat secara hukum lantaran tidak mengindahkan aturan tentang pembentukan UU.

Kemudian, tidak melibatkan stakeholder terkait dalam merumuskannya. Pemerintah secara tiba-tiba menyiapkan paket RUU Ciptaker untuk selanjutnya diserahkan ke DPR agar segera dibahas.

"RUU Cipta kerja cacat formil karena tidak melibatkan unsur partisipasi masyarakat dalam proses pembentukannya sebagaimana amanat UU 12/2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, junto UU Nomor 15/2019," demikian Rahman.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya