Berita

Luhut Binsar Pandjaitan bersama Presiden Joko Widodo/Net

Publika

Siapa Yang Nyungsep, Luhut Atau Jokowi?

SABTU, 18 APRIL 2020 | 08:49 WIB

MENGHADAPI serangan publik bukan hal yang mudah bagi seorang pejabat apalagi pejabat tinggi.

Kasus Kepala BPIP Prof. Yudian menjadi contoh. Bagaimana kebijakan atau pernyataan yang menimbulkan reaksi dan ketidaksetujuan masyarakat membuat sulit dirinya.

Soal larangan cadar, agama musuh terbesar Pancasila, hingga salam Pancasila telah "menghabisi"nya. Yudian menyerah dan tidak mau berkomentar lagi di depan publik. Puasa bicara, alias nyungsep.


Demikian juga Menteri Kesehatan Terawan yang dengan pernyataan "menganggap enteng" wabah virus corona di Indonesia bertubi-tubi menghadapi serangan atau kritikan.

Dokter militer ini pun tak berdaya dan "diambil alih" Jurubicara Covid-19, Achmad Yurianto untuk menjelaskan banyak persoalan wabah.

Jubir ini ternyata juga salah ucap soal penularan si miskin pada orang kaya. Menteri Kesehatan hilang alias nyungsep. Jubir juga ikut sayup-sayup.

Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan yang paling terakhir diributkan. Menteri "pembela" China baik pekerja maupun negara ini sering membuat pernyataan di depan publik. Reaksi juga keras.

Pihak yang berseberangan kadang sama "panasnya" misalnya Said Didu yang berujung pada ancaman soal hukum. Pendukung Luhut tentu ada seperti Ruhut Sitompul dan Ferdinand Hutahaean akan tetapi lebih banyak pendukung Said Didu dalam kasus ini. Luhut pun menjadi bulan-bulanan publik khususnya di media sosial.

Reaksi publik yang "menyerang" Luhut sampai pada penyikapan meminta Presiden agar memberhentikan yang bersangkutan.

Semakin luas perlawanan pada Luhut yang bawaanya galak dan gemar menantang ini. Persoalan berkisar pada masalah pemerintah dan TKA China maupun Corona.

Luhut menjadi  figur dari kabinet Jokowi yang paling ramai disorot dan dibicarakan. Kecaman keras sampai pada predikat "penghianat" negara.

Sebagai menteri "kuat" tetapi "terlemah" bagi pertahanan Jokowi, Luhut sedang diuji apakah akan "nyungsep" menghadapi benturan dengan masyarakat, atau akan tetap tegar dan "maju terus pantang mundur". Risikonya adalah tuntutan pemberhentian yang semakin mengeras.

Jokowi dipastikan menjadi lebih sulit karena banyak mata akan tertuju padanya. Presiden yang memiliki hak prerogatif untuk memberhentikan menteri-menterinya.

Jika Luhut bandel dan Jokowi tidak melakukan tindakan apa-apa, maka desakan mundur pada diri Presiden diprediksi akan semakin bergaung. Meski untuk ini yang dikritisi bukan hanya kasus Luhut tetapi kasus kasus lain.

Tekanan pada Jokowi bersifat multi dimensional. Baik kasus yang terhitung sejak pelantikannya maupun saat menjabat periode sebelumnya.

Posisinya kini menjadi pilihan apakah Luhut atau Jokowi yang "nyungsep". Hanya konsekuensi tentu berbeda, "nyungsepnya" Jokowi berimbas pada Luhut. Akan tetapi jika Luhut yang mundur atau dimundurkan maka Jokowi tentu masih bisa tetap berdiri.

Dari sisi rakyat atau pihak yang mereaksi tentu mudah memberi opsi Luhut atau Jokowi. Akan tetapi bagi pemerintah, terlebih Jokowi, ini persoalan sangat berat.

Keberadaan dan kedudukan Jokowi sulit dilepaskan dari Luhut. Semua tahu bahwa Luhut Binsar sangat berjasa dalam "menjahit" kepemimpinan Jokowi.

Nah, kemana sejarah ini akan bergerak, mari kita lihat bersama. Panggung politik semakin menarik dengan lakon cerita "Babad Jokowi di Ujung Perjalanan".

M. Rizal Fadillah
Penulis adalah pemerhati politik dan kebangsaan.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Intervensi Prabowo soal Kabinet Jelang Pelantikan Presiden

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:13

Sehina-hinanya, Serendah-rendahnya

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:48

Rezim Baru dan Kelahiran Organisasi Pemuda Paramiliter

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:41

Satu Polisi Tewas Dibacok saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:18

Jokowi Kecewa Berat Roy Suryo-Dokter Tifa Tak Ditahan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:15

Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:26

Spanyol Lolos ke 16 Besar setelah Gasak Austria 3-0

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:12

Raja Juli Antoni Dituntut Terbuka soal Kasus Bupati Kuansing

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:03

Flyover Latumenten Bisa Kurangi Kemacetan 40 Persen

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:30

Sangat Aneh Kejaksaan Belum Periksa Jokowi

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:17

Selengkapnya