Berita

Anggota Komisi VI DPR, Elly Rachmat Yasin/Net

Politik

Selama Pandemik Covid-19, PPP Minta Ketersediaan Elpiji Bersubsidi Aman

JUMAT, 17 APRIL 2020 | 01:22 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PPP Elly Rachmat Yasin mengingatkan jajaran direksi PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk untuk memastikan distribusi elpiji bersubsidi tetap terjaga.

Elly menyebutkan bahwa saat ini saat ini masyarakat sedang mengalami Pandemik Virus corona baru (Covid-19), sehingga kelangkaan Elpiji dapat mengakibatkan kekhawatiran baru di tengah masyarakat.

“Beberapa hari lalu masih ada laporan telah terjadi kelangkaan sehingga berpengaruh pada naiknya harga eceran tertinggi (HET) gas elpiji rumah tangga di sebagian daerah,” kata Elly saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI dengan jajaran Direksi Pertamina, PGN dan PLN, Kamis (16/4)


Elly menambahkan, saat ini masyarakat sedang menjalani social distancing sehingga sering beraktivitas di rumah. Berbagai kebutuhan pun harus tetap tersedia dengan mudah, termasuk LPG bersubsidi untuk menunjang kebutuhan rumah tangga.

Secara umum, kata Elly, konsumsi elpiji memang menurun selama pandemik Covid-19, karena menurunnya penggunaan gas oleh sektor industri. Namun konsumsi di tingkat rumah tangga bisa semakin meningkat.

“Konsumsi elpiji bagi rumah tangga akan meningkat, makanya ketersediaanya pun harus terjaga agar masyarakat merasa nyaman berada di rumah,” tambah Elly.

Elly juga meminta agar Pertamina dan PGN tepap berusaha meningkatkan produksi elpiji. Hal itu sangat penting untuk memastikan pasokan aman dan cukup dalam situasi yang belum menentu ini.
“Kami minta Pertamina dan PGN transparan menyajikan data terkait berapa lama pasokan BBM (bahan bakar minyak) dan elpiji yang ada bisa memenuhi kebutuhan selama beberapa bulan mendatang. Masyarakat perlu diberikan kepastian karena pasokan energi yang memadai dan berkelanjutan diperlukan selama mengadapi pandemik corona ini,” pungkas Elly.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya