Berita

Perbtasan Thailand-Laos/Net

Dunia

Perbatasan Thailand Akan Dibuka Pekan Ini, Tapi Penerbangan Tetap Ditutup Sampai Akhir April

KAMIS, 16 APRIL 2020 | 05:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Thailand memperpanjang larangan masuk penerbangan ke negara itu sampai akhir April mendatang.  

Larangan itu berlaku sejak 4 April lalu. Semula, Otoritas Penerbangan Sipil Thailand memberlakukan pelarangan itu hingga 18 April. Namun kemudian diperpanjang hingga akhir April, melihat situasi yang belum membaik saat ini.

Industri wisata di Thailand mengalami kemerosotan tajam karena wabah virus corona. Padahal, selama ini wisata Thailand banyak memberikan lapangan pekerjaan dan mendatangkan devisa.


Merosotnya industri wisata menjadikan perekonomian Thailand terganggu. Asosiasi Bankir Thailand menyebut perekonomian Thailand akan mengalami kerugian hingga 1,3 triliun Baht dari sektor pariwisata.

Jika pandemik ini masih berlanjut, angka kerugian itu akan semakin bertambah.

Kementerian Dalam Negeri Thailand berencana akan membuka perbatasan di 21 provinsi pada Sabtu (18/4). Thailand diketahui berbagi perbatasan Laos, Myanmar, Kamboja dan Malaysia, melansir AFP, Rabu (15/4).

Warga Thailand di luar negeri yang terdampar karena tidak bisa masuk ke negara itu sejak awal April lalu, pada Sabtu lusa bisa pulang ke negaranya itu.

Namun begitu, setiap yang memasuki Thailand harus menjalani karantina wajib selama 14 hari.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya