Waketum Gerindra Arief Poyuono/Net
Presiden Jokowi mendapatkan kritik publik karena membagikan sembako ke masyarakat secara langsung. Pembagian itu dinilai tidka tepat karena di tengah pandemik Coronavirus Disease (Covid-19) sedang diterapkan social distancing physical distancing dan bentuk kerumunan lainnya.
Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Poyuono menyebutkan bahwa apa yang dilakukan Presiden Jokowi adalah bentuk kepemimpinan sebagai pelayan rakyat yang lahir dari rakyat.
"Kangmas Joko Widodo turun langsung membagi bagi sembako ke rakyat membuktikan kalau kangmas itu adalah pemimpin dan pelayan rakyat yang sejati yaitu dari pemimpin yang lahir dari rakyat untuk rakyat," demikian kata Arief Poyuono, Selasa malam (14/4).
Arief Poyuono justru mengkritik seklaigus menyatakan keheranannnya dengan para menteri dan pembantunya. Ia mempertanyakan loyalitas para pejabat yang selama ini emndampingi di Kabinet Indonesia Maju.
"Hai para menteri dan pembantu Kangmas Joko Widodo yang mulia dimana loyalitas mu terhadap rakyat mu, kok kalian semua diam saja tidak seperti pimpinan mu yang sangat memperhatikan rakyat," tandas Arief.
Politikus Gerindra itu juga menyoroti kerja para wakil rakyat di Senayan. Ia meminta kepada seluruh wakil rakyat agar turun ke daerah pemilihannya untuk menyerap segala keluhan para konstituennya.
"Ayo bantu kangmas Joko Widodo dalam melayani masyarakat. Kalau tidak membagi sembako setidaknya melihat keadaan masyarakat dan persoalan rakyat dan apa yang diperlukan rakyat akibat pandemik Covid-19 yang sudah membuat kehidupan ekonomi rakyat makin menurun," demikian kata Arief.
Menurut Arief, para menteri, pejabat negara dan juga para wakil rakyat diminta meneladani apa yang dilakukan Mantan Gubernur DKI Jakarta itu yang membantu membagikan sembago secara langsung ke masyarakat.
"Beliau saja sebagai orang nomor satu di Indonesia dengan iklas dan berani mempertaruhkan nyawanya di tengah pandemik Covid 19 dengan segala resiko turun ke masyarakat membagi bagi sembako ke masyarakat," pungkasnya.