Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

Antisipasi Gejolak Sosial, Jokowi Harus Hati-hati Terapkan Kebijakan Penanggulangan Wabah Covid-19

SELASA, 14 APRIL 2020 | 05:01 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pemerintahan Joko Widodo diminta mengantisipasi terjadinya kegaduhan sosial dengan cara cermat dalam menerapkan setiap langkah dalam upaya menanggulangi pandemik Coronavirus Disease (Covid-19).

Pendapat itu disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Development Review, Muhammad Rifai Darus saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin malam (13/4).

MRD -sapaan akrabnya- mengatakan, pemerintahan Joko Widodo harus benar-benar cermat dalam menanggulangi pandemik Covid-19.


Secara khusus pemerintah pusat harus melakukan pengawasan secara maksimal terhadap langkah setiap pemerintah daerah (Pemda) dalam menanggulangi wabah asal Kota Wuhan, China ini.

Putra Bumi Cenderawasih ini menyebutkan, dana sebesar Rp 405,1 triliun yang dialokasikan untuk menanggulangi Covid-19 ini harus dikawal, agar tepat sasaran.

Ia mengaku khawatir dana itu justru akan menimbulkan kegaduhan sosial baru jika Pemda tidak efektif dalam mendistribusikan.

"Kepala-kepala daerah dalam penggunaan dana Rp 405,1 triliun, semua bekerja secara struktural dan bersama. Kalau semua ini berjalan tidak cermat, maka akan terjadi gejolak sosial yang sangat besar," demikian kata MRD, Senin (13/4).

Lebih lanjut, MRD menjelaskan, saat ini kondisi masyarakat kita serba terbatas, baik dalam hal ekonomi, sosial dan kesehatan. Ia meminta pemerintah dari pusat hingga daerah melakukan pengawalan yang jelas terhadap seluruh lapisan masyarakat.

"Masyarakat disuruh tinggal di rumah terus perut lapar, tanpa adanya pengawalan kesehatan, ekonomi dan sosial maka akan timbul kegaduhan sosial yang besar karena lambatnya keterlibatan pemerintah. Tentu ini tidak kita inginkan, makanya pemerintah harus cermat," kata MRD.

MRD mewanti-wanti pemerintah agar serius dalam menjalankan setiap kebijakan yang diputuskan untuk menanggulangi wabah Covid-19. Jika tidak berjalan dengan maksimal, mantan Ketum DPP KNPI ini memprediksi akan terjadi aksi kriminal dan berbagai keributan sosial lainnya.

"Kalau perut sudah lapar, gerakanya dibatasi keributan sosial bisa terjadi, bisa perampokan, pembakaran dan lainnya. Pemerintah harus memastikan ketersediaan kebutuhan dasar masyarakat," pungkasnya.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya