Berita

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil/Net

Nusantara

Beda Dengan Kebijakan Ridwan Kamil, Pemkot Bandung Beri Uang Tunai Ke Masyarakat Terdampak Covid-19

SELASA, 14 APRIL 2020 | 03:59 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pemerintah Kota Bandung akan mengambil kebijakan berbeda dengan Gubernur Jawa Barat terkait masyarakat terdampak pandemik Coronavirus Disease (Covid-19).

Jika Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggunakan pola mix, yakni pola bantuan uang dan barang, Pemkot Bandung akan menyalurkan bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) bagi warga terdampak Covid-19 dalam bentuk uang tunai.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 menyatakan, meski besaran yang akan diberikan belum ditentukan, Pemkot akan memberikan bantuan sepenuhnya dalam bentuk uang.


Sebab, kata Ema, situasi yang berkembang ternyata warga miskin baru atau yang masuk kategori non-DTKS ini mengalami peningkatan signifikan.

“Memang pernah kita bicarakan dengan dewan di forum banggar ada angka sebesar Rp500.000. Itu dengan proyeksi non-DTKS sebanyak 98.000 KK. Tapi faktanya sekarang ada sekitar 156.125 KK. Anggaran yang harus disiapkan selama tiga bulan ini sangat luar biasa,” kata Ema seperti dikutip dari Kantor Berita RMOL Jabar, Selasa (14/4).

Sementara untuk mekanisme pembagiannya akan bekerja sama dengan PT Pos Indonesia. Nantinya akan diatur jadwal agar tidak terjadi kerumunan.

Sebelumnya, Pemkot Bandung sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 298 miliar untuk menangani masalah Covid-19. Dengan rincian Rp 75 miliar untuk penanganan kesehatan, Rp 5 miliar operasional gugus tugas. Sedangkan sisanya sebesar Rp 218 miliar untuk jaring pengamanan sosial.

Ema mengungkapkan, kondisi anggaran saat ini justru berbanding terbalik dengan data non DTKS yang membengkak. Sedangkan sumber pendapatan Pemkot Bandung dari berbagai sektor pajak justru mengalami penurunan drastis.

“Karena kita tahu aktivitas hotel mayoritas tutup. Artinya mendekati nol kita mendapat pajak dari perhotelan. Kemudian dari restoran juga terjadi penurunan cukup drastis. Hiburan sudah tidak ada karena dalam suerat edaran pun itu termasuk aktivitas yang harus sudah tutup,” ujarnya.

“Dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pun tidak bisa berharap banyak. Sebab melihat kondisi perekonomian masyarakat ytang juga ikut anjlok ikut terdampak oleh penyebaran Covid-19,” imbuhnya.

Begitupun dari sektor parkir, sambung Ema, juga ikut terdampak mengingat sebagian besar pendapatan pajaknya berasal dari operator. Sementara operator parkis terbesar berada di mal atau pusat perbelanjaan yang saat ini juga tidak beroperasi.

“Yang mungkin bisa diharapkan oleh kita itu pun mungkin Pajak Penerangan Jalan. Tapi itu pun pasti ada penurunan, karena banyak mal yang tidak beroperasional kemudian banyak pabrik yang WFH itu berpengaruh,” ungkapnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya