Berita

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Presiden Joko Widodo/Net

Publika

Jangan Kirim ‘Racun’ Ke Istana

SENIN, 13 APRIL 2020 | 07:48 WIB

PEMANFAATAN wabah Covid-19 untuk kepentingan kelompok pengacau politik sungguh biadab. Adu domba pernyataan pusat dan daerah atau khususnya Pemprov DKI dan lebih spesifik lagi antara Jokowi dan Anies adalah salah satu misi kelompok ini.

Mencoba ambil sisi sensitif rivalitas kepemimpinan antara Anies dan Jokowi adalah blunder besar. Itu cuma ada di dunia medsos abal-abal. Komunikasi kedua tokoh berjalan baik. Online secara berkala. Satu misi atasi Covid-19 dengan korban seminim mungkin hingga nol seiring waktu yang berjalan.

Jokowi ingin merangkul semua pihak dalam menghadapi wabah ini. Ajakannya itu disampaikan beberapa kali. Langsung atau via release online. Upaya menyanjungnya dengan barter menista Anies adalah niat busuk murahan.


Jadi bila niat dengan korbankan nama baik Anies bisa mengambil hati Jokowi atau lingkarannya, pakai teori lenyapkan yang kecil agar dapat yang besar. Maka sebaiknya pikiran semacam itu dibuang jauh-jauh.

Saat ini yang paling utama adalah ketulusan hati bersumbangsih bagi kekuatan bersama menyelamatkan rakyat dari wabah dan ekses sosial ekonomi serta dampak psikologisnya.

Penulis akun Facebook, Ahura Masda alias Zeng Wei Jian mengulas kaum mampu kelas menengah atas turun tangan sumbangsih. Makanan, sembako juga APD termasuk properti yang dirubah fungsi menjadi rumah sakit.

Tanpa sadar ZWJ pun telah turut sumbangsih semangat melalui tulisan-tulisannya itu. Untuk masa sulit kerja dari rumah ini, itu termasuk dukungan harapan yang luar biasa. Pena bisa lebih tajam dari pisau. Begitu kata salah satu ungkapan.

Sayangnya dengan pena itu pula ulasan bisa menjadi 'racun' bagi pembacanya bila ditelan mentah-mentah. Kaum buzzer berbayar sangat paham hal ini.

Reportase opininya tentang presiden Jokowi dan Gubernur Anies cenderung melemahkan semangat yang dibangun kedua pemimpin pusat dan daerah itu. Narasi buruk tudingan versus pujian menjadi sangat terasa.

Para pejabat dilingkungan kedua petinggi RI Satu dan DKI Satu tentu bisa merasa jengah dengan ulasan konfrontatif terus menerus semacam itu. Padahal perjuangan mengatasi pandemi tengah hebat-hebatnya dijalankan.

Maka kita wajib ingatkan agar “destructive agent”  jangan coba-coba kirim “racun” ke Istana, di mana Balaikota justru sedang bekerja atas nama negara dan pemerintah untuk mengobati keselamatan rakyat banyak.

Adian Radiatus

Pemerhati Sosial

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Intervensi Prabowo soal Kabinet Jelang Pelantikan Presiden

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:13

Sehina-hinanya, Serendah-rendahnya

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:48

Rezim Baru dan Kelahiran Organisasi Pemuda Paramiliter

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:41

Satu Polisi Tewas Dibacok saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:18

Jokowi Kecewa Berat Roy Suryo-Dokter Tifa Tak Ditahan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:15

Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:26

Spanyol Lolos ke 16 Besar setelah Gasak Austria 3-0

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:12

Raja Juli Antoni Dituntut Terbuka soal Kasus Bupati Kuansing

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:03

Flyover Latumenten Bisa Kurangi Kemacetan 40 Persen

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:30

Sangat Aneh Kejaksaan Belum Periksa Jokowi

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:17

Selengkapnya