Berita

Waktum Kadin Bidang perikanan dan Kelautan, Yugi Prayanto/Net

Bisnis

Kadin Minta Pemerintah Mulai Petakan Sektor Pemulih Ekonomi Paska Pandemik Covid-19

SENIN, 13 APRIL 2020 | 05:16 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) meminta pemerintahan Joko Widodo mulai memetakan segala potensi yang bisa dijadikan jalan keluar untuk memulihkan kondisi ekonomi paska pandemik Coronavirus Disease (Covid-19).

Wakil ketua umum KADIN bidang kelautan dan perikanan, Yugi Prayanto memprediksi kondisi ekonomi akan terus memburuk jika pandemik ini tidak segera teratasi.

Ia menyebutkan jika wabah virus asal Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China berlangsung hingga akhir tahun akan terjadi gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK ) yang dahsyat.


Secara khusus, Yugi mengusulkan kepada pemerintah untuk serius menggenjot dua bidang yakni bidang agrikultur dan perikanan.

Menurut penasehat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) ini kedua bidang tersebut adalah solusi yang jitu karena selain seluruh bahan baku dari dalam negeri, produknya dibutuhkan oleh semua manusia.

"Kita berharap dari sisi pelaku ekspor ya diekpsor, kalau bisa dibantu pelaku usaha, sangat bagus apa sih kebutuhannya, dibeli juga yang penting hargaa sesuai cost supaya ekonomi tetap jalan. Menteri menteri diimbau membeli produk dalam negeri, itu bagus untuk pemulihan, agrikultur, perikanan dan menggenjot sektor dalam negeri," kata Yugi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu malam (12/4).

Sebelumnya, Yugi juga meminta pemerintah untuk memberikan kompensasi kepada para pelaku usaha, baik dalam bentuk restrukturiasi kredit, skema penyesuaian pajak, dan bentuk keringannan lainnya.

Berbagai program relaksasi bagi pelaku usaha akan sangat membantu mempercepat proses pemulihan ekonomi dalam negeri di tengah pandemik global Covid-19 saat ini. 

"Kompensasinya pemerintah memberikan restrukturisasi kredit, masalah pajak perlu dicari skema lain karena pengusaha tidak mendapat keuntungan, bagus kemarin OJK dan BI restruktur bagi terdampak," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya