Gubernur Jatim Khofifah bersama Wakilnya Emil Dardak melantik 25 pejabat Pemprov Jatim/Ist
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyicil pelantikan pejabat eselon 3 dan eselon 4 selama pandemik Coronavirus Disease (Covid-19). Jika biasanya pelantikan eselon 3 dan eselon 4 dihelat serentak dan dilakukan di lapangan, karena Covid-19, pelantikan pejabat Pemprov Jatim ini harus dilakukan bertahap sesi demi sesi di dalam Gedung Negara Grahadi.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan ada banyak agenda pemerintahan yang tetap harus berjalan dan membutuhkan sumber daya manusia yang terbaik.
Pengisian jabatan yang kosong harus segera diisi agar setiap upaya program yang disusun Pemprov tetap bisa berjalan secara maksimal. Baik untuk percepatan penanganan Covid-19 maupun untuk berjalannya program Pemprov Jatim yang lain.
“Lazimnya pelantikan eselon 3 dan 4 dilaksanakan di lapangan karena jumlahnya yang banyak. Nah selama Covid-19 ini kami melakukan pelantikan secara beruntun dengan maksimal setiap sesi hanya 25 orang saja dan dilaksanakan di gedung negara Grahadi,†jelas Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Minggu (12/4).
Prosesi pelantikan dilakukan beruntun satu sesi hingga dua sesi setiap harinya. Dengan jumlah pejabat yang dilantik setiap sesinya maksimal sebanyak 25 orang saja.
Setiap orang diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan di tengah wabah Covid-19. Di mana seluruh pejabat yang hadir di pelantikan diharuskan mengenakan masker dan juga menjaga jarak masing-masing orang 2,5 meter.
“Semula rencana kami melakukan pelantikan pada awal bulan Maret lalu. Tapi karena ada dinamika covid-19, maka kami mulai mencicil pelantikannya sejak akhir bulan Maret kemarin. Ini harus kami lakukan agar posisi yang kosong segera terisi,†papar Gubernur Khofifah.
“Pemprov Jatim harus mengejar pelaksanaan Perpres 80 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi Jatim, kemudian juga persiapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2021, penyelarasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan sebagainya,†imbuh Gubernur Khofifah.
Mulai akhir Maret lalu Gubernur Khofifah tercatat sudah melakukan penyicilan pelantikan pejabat eselon tiga maupun empat di banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Mulai Dinas Sosial, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) serta Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan berbagai dinasi lainnya.