Berita

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto/Net

Politik

Pelaku Usaha Yang Tutup Karena Corona Bisa Ikut Daftar Kartu Pra Kerja

MINGGU, 12 APRIL 2020 | 08:18 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Program Kartu Pra Kerja resmi diluncurkan pemerintah melalui Kementerian Koordinator Perekonomian (Kemenko Perekonomian). Kartu ini berfungsi sebagai instrumen penyaluran bantuan sosial dan jaring pengaman sosial.

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengurai bahwa Kartu Pra Kerja yang semula untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, sekarang juga untuk membantu meningkatkan daya beli.

“Instrumen penyaluran bantuan sosial atau jaring pengaman sosial di tengah pandemi Covid-19 ini," katanya melalui konferensi video, Sabtu (11/4).


Saat ini, pendaftaran program Kartu Pra Kerja sudah dibuka 24 jam dalam tujuh hari seminggu melalui situs prakerja.go.id.

Warga Negara Indonesia yang sudah berusia 18 tahun ke atas, yang tidak sedang bersekolah, atau belum mendapatkan kerja bisa melakukan pendaftaran.

"Kami juga mengajak para pekerja yang dirumahkan, para pelaku usaha mikro yang tutup karena terdampak Covid-19 juga aktif mendaftar," kata Airlangga.

Pendaftaran akan dibuka tiap minggu dengan tahap atau gelombang pertama dimulai pada Sabtu, 11 April 2020 dan ditutup Kamis, 16 April 2020 jam 16.00.

Sebanyak 164.000 peserta akan diterima pada gelombang pertama dan diumumkan pada Jumat, 17 April 2020. Setelahnya, tiap minggu pendaftaran akan terus dibuka untuk umum.

Total manfaat dalam paket Kartu Pra Kerja bagi tiap penerimanya sebesar Rp 3.550.000 yang terdiri dari bantuan biaya pelatihan sebesar Rp 1.000.000 yang bisa didapatkan melalui mitra Kartu Pra Kerja di platform digital.

Kemudian ada dua insentif, yakni insentif pasca pelatihan sebesar Rp 600.000 tiap bulan selama empat bulan, dan insentif pasca survei kepelatihan sebesar Rp 150.000 untuk tiga kali survei pasca pelatihan.

Kementerian Perekonomian juga menginstruksikan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk melakukan pendampingan pendaftaran dan pelatihan melalui dinas-dinas terkait.

"Kita harus optimis dalam kegiatan produktif ini. Ekspektasi terhadap program ini saya lihat sangat besar, terlihat dari jumlah kunjungan situs yang mencapai 1,3 juta kunjungan dalam seminggu terakhir," kata Airlangga.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya