Berita

Rapat Pemkab Karawang di luar ruangan/RMOL

Nusantara

Siapkan Dana Rp 100 Miliar, Pemkab Karawang Beri Bantuan Warga Yang Tak Kebagian Bantuan Ridwan Kamil

KAMIS, 09 APRIL 2020 | 19:25 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pemerintah Kabupaten Karawang menyiapkan anggaran Rp 100 miliar lebih dari reposisi anggaran setiap dinas untuk mendukung program percepatan penanganan pandemik Coronavirus Disease (Covid-19).

Dana itu diharapkan bisa mengcover Bantuan Gubernur Provinsi Jawa Barat yang akan diberikan kepada warga miskin baru yang terkena dampak wabah virus asal China itu.

“Nominalnya tetap sama dengan bantuan gubernur, yaitu Rp 500 ribu,” ungkapnya Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamaksyari, Kamis (09/04) seperti dikutip dari Kantor Berita RMOL Jabar.


Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Zamkhsyari meminta agar Dinas Sosial Kabupaten Karawang dan para kepala desa  diwakili APDESI Kabupaten Karawang, segera memberikan data yang sudah valid.

Wabup menjelaskan, penerima bantuan dari Pemkab Karawang bukan warga miskin yang tercantum sebagai warga penerima PKH atau BPN, melainkan warga lain yang tak bsia mencari nafkah imbas wabah corona.

“Untuk sementara Pemkab Karawang menargetkan kuota 35 ribu bantuan untuk warga yang terkena sampak covid-19. Bantuan ini diberikan untuk mengcover BanGub Jabar. Anggaran untuk mengcover BanGub ini diambil dari reposisi anggaran Rp 100 miliar APBD kemarin yang sudah kita bahas bersama Kejaksaan dan Kepolisian,” ujarnya.

Lebih lanjut Wakil Bupati Ahmad Zamakhsyari soal reposisi APBD Rp  100 miliar untuk percepatan penanganan Covid-19 ini akhirnya masuk ke pos anggaran biaya tak terduga APBD Karawang.

Semua anggaran perjalanan dinas dan anggaran yang sifatnya seremonial dialihkan untuk percepatan penanganan Covid-19.

Ia  juga menegaskan agar Dinsos dan para kepala desa lebih selektif di dalam mendata warga miskin baru yang berhak menerima bantuan ini.

Yaitu dengan catatan penerima manfaat bantuan ini tidak boleh warga yang menerima bantuan PKH, BPNT, Bansos Gubernur, serta bantuan pemerintah lainnya.

“Data ini harus dijadikan data keluarga miskin baru. Kami percaya kades mendata itu memenuhi kriteria data kemiskinan,” pungkasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya