Berita

Pesawat Delta Airlines parkir/Net

Dunia

Terpukul Oleh Pandemi Corona, Industri Maskapai Global Butuh Talangan Satu Triliun Dolar AS

SELASA, 07 APRIL 2020 | 17:43 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

RMOL. Salah satu sektor yang paling terkena dampak dari pandemi virus corona atau Covid-19 adalah penerbangan. Tidak sedikit maskapai penerbangan dunia mendaratkan pesawatnya dan menghentikan atau mengurangi sejumlah rute penerbangan.

Dikabarkan Forbes awal pekan ini, sebanyak 43 maskapai penerbangan di seluruh dunia telah mendaratkan seluruh armadanya dan banyak maskapai besar telah membatalkan sebanyak 96 persen dari jadwal penerbangan.

Kondisi itu jelas sangat mempengaruhi pendapatan banyak maskapai penerbangan.


Karena itulah, kini muncul lobi yang sedang berlangsung dari badan-badan penerbangan dan maskapai penerbangan itu sendiri untuk mencari dana talangan pemerintah sejumlah negara dan subsidi untuk mengatasi masalah yang muncul di tengah wabah virus corona saat ini.

Pada tanggal 26 Maret lalu, Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) menegaskan seruan untuk tindakan segera dari pemerintah Eropa untuk memberikan bantuan keuangan kepada maskapai. IATA telah menghitung potensi kerugian yang meningkat untuk ketidakpastian yang muncul akibat pandemi virus corona.

Mereka menyimpulkan skenario untuk potensi kerugian pendapatan di maskapai-maskapai penerbangan Eropa yang mencapai 76 miliar dolar AS dan permintaan penumpang ,diukur dalam Revenue Passenger Kilometer, diproyeksikan 46 persen di bawah level 2019. IATA memperkirakan bahwa penurunan sebesar ini menempatkan 5,6 juta pekerjaan dalam risiko.

Lain di Eropa, lain di Amerika Serikat. Di negeri Paman Sam,The Airline Passenger Experience Association (APEX) sekarang meminta pemerintah untuk memberikan dukungan kepada maskapai hingga 250 miliar dolar AS. Dukungan ini sangat diperlukan oleh maskapai yang terdampak.

Sementara itu, Airlines Untuk Amerika (A4A) telah meminta pemerintah untuk memberikan 50 miliar dolar AS dukungan untuk maskapai Amerika Serikat dengan tambahan 8 miliar dolar AS untuk maskapai kargo.

"Dunia kita harus segera merespons untuk melindungi industri penerbangan globalnya dengan seperempat triliun dolar dalam bentuk pajak dan pinjaman darurat yang diberlakukan surut kepada maskapai dan pemasoknya," kata CEO APEX, Dr. Joe Leader.

Dengan potensi dukungan langsung dan tidak langsung untuk operator dan pemasok di Amerika Serikat dan Eropa yang berpotensi mencapai lebih dari 500 miliar dolar AS, total tagihan global untuk dukungan dan dana talangan dapat mencapai 1 triliun dolar AS.

Di Eropa sendiri, IATA juga menyerukan agar regulator memberikan sejumlah langkah bantuan priorotas, seperti amandemen sementara yang mendesak untuk regulasi hak penumpang EU261.

Fleksibilitas jangka pendek diperlukan segera. Mengijinkan penggunaan voucher dan buka pengembalian uang untuk pembatalan penerbangan. Hal itu akan memberi maskapai penerbangan ruang bernapas untuk memperbaiki arus kas.

Hal lain yang juga dilakukan adalah menyediakan paket langkah-langkah untuk memastikan operasi kargo udara, termasuk prosedur jalur cepat untuk mendapatkan izin penerbangan berlebih dan pendaratan, membebaskan anggota awak pesawat dari karantina 14 hari, dan menghilangkan hambatan ekonomi, seperti biaya penerbangan berlebih, biaya parkir, dan pembatasan slot.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya