Berita

Zeng Wei Jian/RMOL

Publika

Wakil Gubernur Ariza

SENIN, 06 APRIL 2020 | 20:01 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

PILWAGUB Jakarta berliku-liku. Terjal. Cadaz. Penuh duri. Intense. Psywar. Kuras energi. Covid-19 attacks. Finally, Ariza Patria terpilih. Menang mutlak: 81 banding 17 suara. Minus 6 PSI yang telat datang. Expresinya biasa. Tenang. Tanpa euforia.

"Kemenangan rakyat Jakarta," kata Wakil Ketua DPR-RI Sufmi Dasco Ahmad.

Diferensiasi suara jauh. PKS punya 16 kursi. Dapet 17 suara. Tempo hari Pemda Jakarta merilis ucapan terima kasih kepada banyak elemen yang involve dalam gerakan Lawan Covid-19. Ada logo dua parpol di situ: PKS dan PD.


Narasi awal; Wakil Gubernur jatah PKS ngotot. Moh Taufik gerah. Gerindra kasih chance. PKS endorse "Agung Yulianto" dan "Ahmad Syaikhu". Deadlock. Anggota Dewan Baru dilantik. Proses diulang.

PKS dan Gerindra deal endorse nama baru; "Nurmansjah Lubis" dan "Ariza Patria". Tata Tertib lama dipakai. PKS ngotot voting tertutup. Tim buzzer nge-gaz. Hantam kiri-kanan. Ariza Patria jadi target bully. Brutal attack. Fitnah. Gorengan. Framing dan pelintiran informasi.

Covid-19 exploded di Jakarta. Agenda fit & proper test rampung. Muncul Surat Gugatan. Tanda-tangan seseorang yang tak dikenal.

Orang nggak jelas itu minta voting Wagub ditunda. Desas-desus 300-an orang akan datang membubarkan agenda sidang. Ketua DPRD Prasetyo paranoid. Takut Coronavirus mencabut nyawa Anggota DPRD. Jadwal direvisi.

Coronavirus semakin ganas. Tukang gali kubur mendata ada 400-an burial-cases dengan Protap Covid-19.

Buzzer antagonis menuding Gubernur Anies Baswedan mark-up mayat.

Sidang penyampaian visi misi Calon Wakil Gubernur akhirnya dilakukan dengan teleconference. Lanjut ke fase voting. Senin tanggal 06 April 2020.

Neta S Pane dari IPW buka suara. Tolak voting. Covid-19 jadi alasan. Menurutnya, rakyat Jakarta nggak butuh Wagub. Cukup seorang Anies Baswedan. Manuver dengan motif membatalkan voting ada lagi.

Lawyer Keren Hendarsam Marantoko ngakak membaca statement Neta S Pane.

Semua orang heran. Pernyataannya mirip opini orang bayaran. Nurmansyah Lubis berkomentar, "Semoga yang datang nggak diciduk polisi". Alasannya; melanggar social-distancing.

Anggota Dewan-cum-Ex Lawyer paling ganteng Habiburokhman bereaksi. Dia menyatakan voting Cawagub sesuai aturan. Harus dilakukan. Segera dan nggak pakai lama.

Rakayasa physical-distancing dan protocol anti Covid-19 dengan mudah diterapkan. Jadi nggak ada alasan menunda-nunda.
Menurutnya rakyat Jakarta sangat butuh Wakil Gubernur. Warga di Dapilnya pada ngeluh. Bantuan terdampak Covid-19 belum sampai ke mereka.

Karena itu dia menekankan tugas pertama Wakil Gubernur terpilih adalah mitigasi dampak Covid-19. Selain sebagai bridge komunikasi dengan Pusat.

Suplai masker besar-besaran. Sehingga Anjuran Gubernur ada realisasi praxisnya. Perintah pakai masker tapi maskernya nggak ya sama aja bohong.

Tegakan physical-distancing. Tadi pagi Pasar Tanah Abang kisruh. Miskomunikasi antara PD Pasar Jaya, tenant dan buyer. Macetnya minta ampun.

Para pedagang dan buruhnya mulai kesal dengan penutupan aktivitas ekonomi tanpa solusi apa pun. Mereka ngeluh; mau makan apa?!

Ariza Patria bagaikan fresh-blood. Jenuh-Jakarta segar kembali. Jumlah suara voting indikator; dia Wakil Gubernur semua orang. Bukan representasi satu golongan tertentu.

Penulis adalah Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak)


Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

Pidato Berapi-api Jokowi di Rakernas PSI Diramalkan Jadi yang Terakhir

Minggu, 08 Februari 2026 | 02:33

UPDATE

Bebas Aktif Tapi di Bawah Komando Trump

Rabu, 18 Februari 2026 | 05:50

Prabowo Mirip Soeharto Tidak Mau Dispekulasikan Publik

Rabu, 18 Februari 2026 | 05:28

Belasan Siswa SMK Cedera Akibat Panggung Acara Perpisahan Ambruk

Rabu, 18 Februari 2026 | 04:58

Modeling Budidaya Lobster di Batam Penuhi Kebutuhan Imlek

Rabu, 18 Februari 2026 | 04:42

Polisi Lakukan Ekshumasi Selidiki Kematian Santri di Wonogiri

Rabu, 18 Februari 2026 | 04:21

Sate Maranggi Mbah Goen Hadirkan Sentuhan Budaya Sunda dan Wisata Alam

Rabu, 18 Februari 2026 | 03:58

Green Jobs Class Solusi Atasi Masalah Sampah di Kota Bandung

Rabu, 18 Februari 2026 | 03:36

TNI Gercep Atasi Sedimentasi di Perairan Aceh Tamiang

Rabu, 18 Februari 2026 | 03:19

Legislator PKB Minta Pemprov Hati-hati Terapkan Opsen Pajak Kendaraan

Rabu, 18 Februari 2026 | 02:59

Puluhan Warga Keracunan di Purworejo Tidak Terkait MBG

Rabu, 18 Februari 2026 | 02:33

Selengkapnya