Berita

Ilusrasi/Net

Bisnis

Lebih Dari 700.000 Orang Kehilangan Pekerjaan Di AS Terhempas Dampak Virus Corona

SABTU, 04 APRIL 2020 | 16:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Wabah virus corona meruntuhkan banyak bidang usaha menyebabkan hilangnya lapangan pekerjaan.

Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) sebanyak 701 ribu orang pada Maret 2020 kehilangan pekerjaannya.

Angka itu tercatat seiring dengan pemangkasan tenaga kerja akibat perusahaan merugi di tengah pandemi ini.
 

 
Saat ini, wabah virus corona telah menutup bisnis dan pabrik di AS.

Kondisi ini memicu angka pengangguran menjadi 4,4 persen, terburuk dalam satu dekade, menurut laporan Biro Statistik Tenaga Kerja AS, per Sabtu (4/4).

“Perubahan angka ini mencerminkan dampak dari coronavirus (Covid-19) dan upaya untuk mengendalikannya,” kata biro tersebut.

Pekerjaan di sektor hiburan dan perhotelan turun 459.000 pada bulan lalu, terutama dalam jasa makanan dan perusahaan minuman.

Penurunan pekerjaan juga terjadi di sektor perawatan kesehatan dan bantuan sosial, layanan profesional dan bisnis, serta perdagangan ritel dan konstruksi.

Komisaris Biro Statistik Departemen Tenaga Kerja AS William Beach mencatat virus corona memberikan dampak buruk terhadap laporan ketenagakerjaan.

“Kami masih bisa mendapatkan perkiraan dari dua survei kami yang memenuhi standar BLS untuk akurasi dan keandalan,” kata William dikutip dari Reuters, Sabtu (4/4).

Biro itu juga mengungkap tingkat pengangguran pada Maret melonjak 0,9 poin persentase menjadi 4,4 persen, yang merupakan kenaikan terbesar dalam sebulan sejak Januari 1975.

Padahal, sejak September tahun lalu, angka pengangguran di Negeri Paman Sam stabil di level terendah dalam sejarah, sekitar 3,5 hingga 3,6 persen.

Saat ini diperkirakan keadaan lebih buruk lagi karena mayoritas masyarakat AS diminta harus tetap di rumah untuk mencegah penularan virus corona. Saat ini juga tercatat sebanyak 10 juta orang di AS mengajukan klaim untuk tunjangan pengangguran dalam dua pekan terakhir pada Maret 2020.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya