Berita

Sekum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti/Net

Nusantara

PP Muhammadiyah: Menolak Jenazah Covid-19 Bukan Perilaku Islami

RABU, 01 APRIL 2020 | 20:37 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Masyarakat diimbau untuk tidak berlebihan menyikapi wabah Coronavirus Disease (Covid-19). Apalagi sampai menolak jenazah yang terinfeksi Covid-19, seperti yang terjadi di Desa Karang Tengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadyah Abdul Mu'ti meminta masyarakat untuk tetap memerlukan korban dari keganasan virus corona itu secara manusiawi.

"Masyarakat hendaknya tidak berlebihan dalam menyikapi mereka yang terpapar virus corona baik yang masih dalam pantauan, sakit, atau wafat. Mereka tetap harus kita perlakukan secara manusiawi dengan penuh penerimaan dan kasih-sayang," ujar Abdul Mu'ti saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Rabu (1/4).  


Abdul Mu'ti menuturkan, jika jenazah tersebut beragama Islam sedianya masyarakat mesti memperlakukan layaknya seorang muslim meninggal dunia.

"Jika mereka beragama Islam, hak mereka sebagai Muslim harus kita dinaikan," tuturnya.

Adapun, kata Abdul Mu'ti, terkait kekhawatiran masyarakat akan penularan virus mematikan itu, di dalam Islam telah diatur kondisi darurat sekalipun. Namun, tetap harus manusiawi terhadap sesamanya.  

"Salah satunya apabila ada yang meninggal kita rawat sebagaimana tuntutan Syariat: dimandikan, dikafani, disalatkan, dan dimakamkan. Karena kondisinya tentu tidak semuanya. Kewajiban itu bersifat fardhu kifayah. Cukup diwakili oleh petugas medis atau keluarga yang sangat dekat apabila sehat dan kuat," jelasnya.

Menurut Abdul Mu'ti, menolak jenazah bukanlah perilaku yang diajarkan agama Islam. Justru, seyogyanya seorang muslim harus memberikan doa serta menguatkan keluarganya yang ditinggalkan.

"Menolak jenazah korban Covid-19 bukanlah perilaku Islami. Tugas kita justru membangkitkan optimisme keluarga yang ditinggalkan dan menerima mereka sebagai bagian dari masyarakat. Kita ringankan dengan membantu dan menerima mereka dengan sepenuhnya," demikian Abdul Mu'ti.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Wabah DBD Bangladesh Makin Parah, 42.590 Dirawat dan 117 Lainnya Meninggal Dunia

Senin, 07 September 2026 | 12:27

Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun di 2027

Senin, 07 September 2026 | 12:14

Public Expose Live 2026, 45 Emiten Siap Buka Kinerja dan Prospek Usaha

Senin, 07 September 2026 | 12:04

Kini Giliran Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Senin, 07 September 2026 | 11:53

Komisi VIII DPR Desak Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:41

Wamenhaj Tekankan Revitalisasi KBIHU dan Pelindungan Jemaah dari Travel Bermasalah

Senin, 07 September 2026 | 11:33

Harga Minyak Naik Lagi Sentuh Level 96 Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:25

Ombudsman Soroti Peredaran Narkoba dan Pungli di Lapas

Senin, 07 September 2026 | 11:21

Cadangan Devisa RI Agustus 2026 Capai Rp2.582 Triliun, Naik 1,2 Miliar Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:19

Belanja Mitigasi Jadi Investasi Hadapi Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:12

Selengkapnya