Harga emas dunia naik di tengah wabah virus corona. Para investor berlomba memburu aset investasi berisiko rendah seperti emas.
Mengutip laman Reuters, harga emas di pasar spot pada pukul 01.37 WIB, Selasa (31/3), naik 0,1 persen menjadi USD 1.618 per ounce.
Sedangkan, emas berjangka Amerika Serikat ditutup 0,2 persen lebih rendah menjadi USD 1.622 per ounce.
Kepala Dana Moneter Internasional mengatakan, pandemi virus Covid-19 dapat mendorong perekonomian global ke jurang resesi. Menyadari hal itu, semua negara harus menyiapkan anggaran. Ini juga sekaligus persiapan menjaga gelombang kebangkrutan dan gagal bayar utang.
Maka, emas adalah pilihan sebagai perlindungan.
“Resesi akibat Covid-19 pada ekonomi global menunjukkan investor cenderung terus mencari perlindungan dalam emas,†kata Analis BNP Paribas dalam keterangannya.
Permintaan emas akan tetap kuat. Setidaknya sampai kondisi ekonomi stabil dan prospek mulai membaik mengikuti langkah-langkah stimulus yang belum pernah dilakukan oleh pemerintah dan bank sentral.
Terlebih, indeks dolar AS menguat terhadap rival utamanya, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Sementara, logam mulia lainnya seperti palladium melambung 1,7 persen menjadi USD 2.308 per ounce, platinum anjlok 3,4 persen menjadi USD 716 per ounce, dan perak tergelincir 3,8 persen menjadi USD 13,91 per ounce.
Sementara, harga emas di PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengalami penurunan sampai dengan Rp 2.000 setelah mencetak rekor tertingginya kemarin Senin (30/3).
Hari ini, Selasa (31/3) harga jualnya menjadi Rp 924.000 per gram, sedangkan harga buyback turun Rp 3.000 menjadi Rp 832.000 per gram.