Berita

Sandiaga Uno/Net

Politik

Sandiaga Uno: Kesadaran Masyarakat Untuk Melakukan Physical Distancing Meningkat, Tapi Apakah Cukup Itu Saja?

SENIN, 30 MARET 2020 | 06:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengapresiasi warga yang mulai tertib dan mengikuti saran pemerintah untuk aktif melakukan physical distancing dan mengurangi keluar rumah.

Ia mengakui beberapa hari belakangan ini cukup memperhatikan perkembangan laju transportasi di Jakarta.

“Saya memperhatikan bagian transportasi di Jakarta. Jumlah pejalan dan pengguna kereta api menurun. Dari 1,1 juta orang per hari hingga sekarang hanya di bawah 200 ribu orang. Artinya, sekitar 80 persen penduduk mendengarkan keputusan pemerintah agar mereka tetap tinggal di rumah,” ujar Sandiaga dalam wawancara sebuah tayangan televisi, Hot Indonesia.


Namun, kesadaran masyarakat untuk mendukung upaya pemerintah mencegahan penularan virus corona belum cukup membuktikan bahwa virus corona bisa benar-benar tertangani.  

Jumlah kasus semakin bertambah. Indonesia masih belum mau menerapkan lockdown. Sementara negara lain menerapkan karantina wilayah ketat termasuk India yang menjalankan selama 21 hari, sedangkan Indonesia belum melaksanakannya.

“Jumlah kasus terus meningkat. Saya baru saja  menerima bentuk dari fakultas kesehatan negeri dari Universitas Indonesia serta bentuk statistik yang pada intinya memastikan puncak peningkatan kasus di Indonesia akan terjadi di akhir bulan April atau awal bulan Mei. Maka intinya tidak sejalan sengan perintah pemerintah yang mengatakan status darurat akan terjadi pada akhir bulan Mei,” tegas sandiaga.

Ia meyakini, Presiden Jokowi sedang mempertimbangkan karantina wilayah, sebab beliau harus mendengarkan saran dan masukan.

“Beberapa pasar tradisional sudah tutup. Beberapa pasar basah juga mengurangi operasional mereka, dan saya rasa tingkat kesadaran penduduk sudah meningkat,” lanjut Sandiaga.

Di sisi lain, terdengar keluhan dari pekerja di baris depan para petugas medis. Mereka kekurangan pasokan alat perlindungan seiring dengan jumlah kasus yang terus meningkat.
 
"Intinya tim medis memastikan semakin banyak orang yang dirawat mereka tidak lagi mendapatkan alat pelindung yang pantas. Mereka juga mencari penggantinya. Banyak perawat yang menggunakan plasik, dan itu harus menjadi perhatian dan empati bagi kita," ujar Sandiaga.

Di sinilah ia menunggu tindakan Presiden Jokowi. Ia yakin, Jokowi akan melakukan hal terbaik setelah mendengarkan saran dan masukan warganya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya