Berita

Benjamin Netanyahu (kiri) dan Benny Gantz (kanan)/Net

Publika

Pandemi Corona Mengantarkan Benny Gantz Ke Pelukan Netanyahu

JUMAT, 27 MARET 2020 | 15:55 WIB | OLEH: MEGA SIMARMATA

TAK akan ada satupun yang bisa mempercayai fakta yang terjadi di panggung perpolitikan Israel pada saat ini.

Benny Gantz, mantan Panglima Militer Israel (IDF) yang menjadi kandidat Perdana Menteri paling favorite setahun belakangan ini, memutuskan untuk bergabung dengan Benjamin Netanyahu membentuk pemerintahan baru.

Gantz yang menjadi ikon Partai Biru dan Putih, memutuskan untuk meninggalkan partai yang dibentuknya agar terbuka peluang koalisi dengan Partai Likud yang dipimpin Netanyahu.


Gantz akan diberi posisi istimewa untuk segera menjadi Ketua DPR.

Sedangkan Netanyahu tetap dalam posisinya sebagai Perdana Menteri Israel.

Semua terkejut atas keputusan Gantz. Semua tak menyangka.

Tapi sepertinya, jenderal sekaliber Gantz pasti punya hitung-hitungan sendiri.

Pandemi Corona yang ikut menimpa Israel, mendorongnya untuk mau berkompromi agar pemilu ke-4 di Israel jangan sampai terjadi.

Setahun terakhir, Israel sudah 3 kali mengadakan pemilu karena tak ada satu pihakpun yang bisa menang mayoritas.

Bergabungnya Gantz ke dalam kubu Netanyahu, tentu membuat berang para pendiri Partai Biru dan Putih.

Mereka tak terima, Gantz "menyerah" seperti ini.

Tapi, itulah politik. Dalam politik, tak ada musuh yang abadi. Yang abadi hanyalah kepentingan.

Menjelang akhir pekan yang disebut Sabbat, pandemi Corona mengantarkan seorang Benny Gantz ke pelukan Benjamin Netanyahu.

Di Israel, tentu ada yang pro, dan ada yang kontra. Namun itulah kenyataan yang terjadi.

Seiring dengan mendinginnya suhu politik di Israel, tentu inipun tak lepas dari campur tangan Tuhan.

Dan semoga setelah ini, Tuhan pun berbelas kasih kepada umat manusia untuk secepatnya mengakhiri pandemi virus corona.

Shabbat Shalom, Israel.

Mega Simarmata

Redaktur Senior RMOL

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya