Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Tuhan Itu Peduli Dan Tidak Tidur

JUMAT, 27 MARET 2020 | 10:36 WIB

ADA tayangan dari Luthfi Assyaukanie di Facebook 20 Maret 2020 sore yang isinya cukup mengejutkan. Awal dan akhir tulisan berbunyi "Coronavirus adalah bukti paling mutakhir bahwa tuhan tidak ada, kalau ada, dia tak peduli. Manusia saja yang kegeeran bahwa ada sesuatu bernama "tuhan"... Ada hal hal yang bisa diatasi dengan tuhan, tapi banyak sekali hal di mana tuhan tak mampu berbuat apa-apa. Termasuk soal coronavirus".

Penggalan kalimat tersebut tentu membuat kita merenung, apakah Luthfi Assyaukanie ini yang pendiri Jaringan Islam Liberal, dosen Universitas Paramadina? Jika iya, tentu tak aneh karena cara pandang "Islam" (ada yang mangistilahkan Iblis) liberal memang bebas nilai.

Zaman dahulu namanya "vrijdenker" pemikir bebas. Atheisme yang tidak percaya pada keberadaan dan kekuasaan Tuhan. Komunisme pun sebenarnya berakar pada faham atheisme seperti ini.


Virus corona memang membuka banyak kedok. Kedok kemunafikan dan kekafiran atau kebodohan dan kesombongan. Sok mampu mengatasi wabah "hanya" dengan rempah-rempah lalu pesan obat jutaan pil.

Lalu 50 juta stok masker katanya tersedia. Akan tetapi faktanya keuangan negara parah. Jangankan mengirim bantuan, Bu menteri malah buka "kencleng" rekening donasi. Warga tampaknya kurang percaya berdonasi ke negara.

Grasa grusu membeli alkes rapid test, akurasi diragukan untuk mendeteksi. Semula untuk kepentingan warga tetapi bergeser menjadi untuk anggota parlemen dan keluarga. Dikritik dan dibatalkan. Didahulukan untuk petugas kesehatan.

Entah warga kebagian atau tidak. Mungkin sebagian kecil. Berbeda dengan yang semula dikampanyekan.

Meminta membatasi orang berkumpul, eh 1.200 aparat dikerahkan untuk mengamankan meninggalnya Ibu Presiden Jokowi. Dari malam, saat penguburan hingga "tahlilan".

Bertolakbelakang dengan mereka yang pesta kawin lalu dibubarkan dan pasien yang meninggal terinfeksi corona. Jangankan berkumpul, didekati oleh anggota keluarganya sendiri saja tidak bisa.

Kedok kekafiran adalah contoh dalam Facebook di atas, jika benar, maka isinya meragukan keberadaan dan kekuasaan Tuhan. Itu sama saja menganggap agama sebagai hayalan yang meninabobokan.

Menurut agama keberadaan wabah "thaun" adalah peringatan untuk kembali ke agama. Dulu ada kutu, katak, belalang, dan lainnya. Itu bukan khayalan. Tuhan tak pernah berkhayal.

Nah orang kafir pasti menafikan kekuasaan Tuhan. Virus atau bakteri seperti juga manusia dan tumbuhan adalah ciptaan tuhan. Hanya orang idiot yang berkhayal bahwa Tuhan tak mampu menguasai ciptaan-Nya. Sok tahu tanpa dalil. Bermodal fikiran yang melayang-layang.

Soal kekuasaan, Allah itu tak pernah lalai atau tertidur. Buat rekan Syaukani, begini saja perumpamaannya:

Ada seseorang disuruh berdiri tidak tidur dengan memegang dua botol kaca di kedua tangannya. Karena tak tahan ngantuk, terlelap sejenak dan "praaang" jatuh dan pecah kedua botol yang dipegangnya.

Nah, jika Tuhan itu terbatas kekuasaan dan lalai atau tertidur, maka akan jatuh langit ke bumi. Pecah berantakan. Hancur dunia termasuk seluruh isinya.

Di buku cerita anak juga ada, perumpamaan seperti itu.

Tuhan itu Maha Pengatur, mengutus virus corona untuk mengingatkan manusia yang penakut, lemah, atau tak berdaya. Namun sombongnya luar biasa. Sok tahu dan sok pintar.

Badai pasti berlalu. Hanya Allah SWT juga yang mampu mengatasi dan peduli.

Semoga kita semakin dekat dan beriman. Tuhan tidak tidur.

M Rizal Fadillah
Pemerhati Politik dan Keagamaan

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya