Berita

Sarmuji saat berikan bantuan ethanol 70 persen ke Pemrpov Jatim/RMOL

Politik

Tanggulangi Wabah Covid-19, Sarmuji Minta Cukai Ethanol Dibebaskan

JUMAT, 27 MARET 2020 | 01:52 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Anggota Komisi XI DPR RI Sarmuji, mendorong agar ethanol untuk kepentingan medis dan sosial dibebaskan dari cukai. Hal ini mengacu pada upaya pemerintah dan masyarakat yang sedang melakukan penanggulangan wabah virus Corona baru (Covid-19).

”Kami akan mendorong untuk kepentingan dan penanggulangan dan perlawanan kita pada Covid 19, ethanol untuk kepentingan medis dan sosial supaya dibebaskan dari cukai,” kata Sarmuji saat memfasilitasi PT Molindo Raya Industrial Lawang memberikan bantuan ethanol 70 persen sebanyak 20 ribu liter kepada Pemprov Jatim, Kamis (26/3) seperti dikutip dari Kantor Berita RMOL Jatim.

Selain itu untuk menjaga kelangsungan suplai bahan baku, Ketua DPD Golkar Jawa Timur itu meminta pemerintah menghentikan atau melarang ekspor bahan baku ethanol sementara waktu. Sebab, kondisi saat ini masyarakat berebut ethanol sebagai salah satu bahan untuk memerangi penyebaran Corona.


Menurut Sarmuji, harus ada jaminan pasokannya bahan baku tersedia dalam jumlah yang cukup. Jika tidak, maka ketersediaan ethanol akan terganggu.

“Kita akan desak pada pemerintah, supaya ekspor bahan baku untuk ethanol dibatasi atau dihentikan paling tidak dalam rangka penanggulangan Covid-19 ini,” tegas legislator yang merupakan alumni Universitas Jember ini.

Apalagi produksi ethanol di Jatim jumlahnya cukup banyak. “Enggak usah khawatir, Bu Gubernur tadi baru tahu kalau ethanol di Jatim itu produksinya banyak, jutaan liter,” tandasnya.
 
“Bu Gubernur tadi tanya: Kita cari ethanol susah. Ya sudah karena tidak tahu tempatnya. Alhamdulillah kita sambungkan, bukan hanya jualnya dimana tapi pabriknya tahu sekarang,” imbuh Sarmuji.
 
Gayung pun bersambut. Langkah Sarmuji ini mendapat dukungan dari Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Menurutnya, usulan ini sama dengan kebijakan pemerintah untuk setop ekspor Alat Pelindung Diri (APD), karena kebutuhan dalam negeri sedang banyak.

“Jadi saya seiring dengan yang disampaikan Pak Sarmuji, untuk raw material ethanol misalnya, ini bisa setop sementara ekspornya agar pemenuhan kebutuhan ethanol dalam negeri bisa tercukupi,” kata Khofifah.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya