Berita

Sandiaga Uno/Net

Politik

Sandiaga Uno Sarankan Pemerintah Gelontorkan Rp 200 Triliun Untuk Pulihkan Ekonomi Dari Dampak Covid-19

KAMIS, 26 MARET 2020 | 18:47 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah perlu menyiapkan dana Rp. 200 triliun untuk menanggulangi dampak pandemi corona atau Covid-19. Dana ini, di luar anggaran kesehatan penanganan virus corona.

Begitu saran yang disampaikan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Salahuddin Uno saat jumpa pers melalui teleconference, Kamis (26/3).

"Sekitar Rp. 200 triliun yang diperlukan secara keseluruhan. Ini hanya paket ekonomi, di luar penanggulangan Covid-19," ujar Sandiaga Uno.


Dia mengurai, duit Rp. 200 triliun sebagai paket ekonomi tersebut dibagi menjadi empat tahap.

Pertama, berupa bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat yang ada di golongan yang rentan. Nantinya, diarahkan pakai basis data terpadu ditujukan kepada masyarakat yang ada kelompok 40 persen terbawah. Besarannya sekitar 25 persen dari Rp. 200 triliun itu.

Kedua, 25 persen lainnya bisa di arahkan kepada masyarakat yang terdampak pengurangan kegiatan. Terutama sektor informal, pekerja harian, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Ketiga, bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan dapat diselaraskan dengan program pemerintah yaitu kartu pra kerja. Kartu tersebut harus sudah disiapkan sejak saat ini.

"Terakhir, bantuan sektor keuangan yang ada saat ini diperlukan. Karena banyak perbankan maupun perusahaan mengalami pembiayaan keuangan yang kesulitan karena masyarakat menghadapi Covid-19 ini," jelasnya

"Jadi dari segi paket ekonomi, saya akin ini akan membantu," demikian mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Jokowi Intervensi Prabowo soal Kabinet Jelang Pelantikan Presiden

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:13

Sehina-hinanya, Serendah-rendahnya

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:48

Rezim Baru dan Kelahiran Organisasi Pemuda Paramiliter

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:41

Satu Polisi Tewas Dibacok saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:18

Jokowi Kecewa Berat Roy Suryo-Dokter Tifa Tak Ditahan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:15

Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:26

Spanyol Lolos ke 16 Besar setelah Gasak Austria 3-0

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:12

Raja Juli Antoni Dituntut Terbuka soal Kasus Bupati Kuansing

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:03

Flyover Latumenten Bisa Kurangi Kemacetan 40 Persen

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:30

Sangat Aneh Kejaksaan Belum Periksa Jokowi

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:17

Selengkapnya