Berita

Masinton Pasaribu/Net

Politik

Usulkan Opsi Lockdown, Masinton: Jangan Ada Egoisme Kebijakan Antara Pusat Dan Daerah

KAMIS, 26 MARET 2020 | 09:58 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pasien virus corona yang meninggal setiap hari terus bertambah. Bahkan, jumlah orang yang dinyatakan positif mengidap Covid-19 di Indonesia sudah makin mendekati 1.000 kasus.

Untuk itulah, anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu, meminta pemerintah pusat dan daerah dapat mempertimbangkan opsi Lockdown, mengingat makin banyak korban meninggal dunia akibat Covid-19.

“Jangan ada egoisme kebijakan antara pemerintah pusat maupun pemerintah daerah DKI Jakarta. Keselamatan dan kesehatan rakyat adalah yang utama. Singkirkan egoisme, bangun sinergitas dan solidaritas antara pemerintahan pusat dan daerah,” ujar Masinton lewat keterangannya, Kamis (26/3).


Anies Baswedan, kata Masinton, selaku Gubernur DKI Jakarta sekaligus kepala pemerintahan ibukota juga diminta harus mau mendengarkan dan melaksanakan arahan pemerintah pusat.

“Begitupun sebaliknya, pemerintah pusat harus aspiratif dan akomodatif mendengarkan aspirasi pemerintah daerah. Kita belum terlambat, asal kita mau mempersiapkannya secara profesional,” katanya.

Menurut Masinton, hampir semua negara yang terjangkit wabah virus corona ini tidak siap menghadapi merebaknya pandemik Covid-19 tersebut. Namun, berbagai negara sigap dan cepat dalam melakukan penanganan.

“Maka, pemerintah pusat dan pemerintah daerah DKI Jakarta segera bersama-sama lakukan langkah mitigasi secara cepat, terukur, dan efektif. Kerahkan seluruh sumber daya maupun sumber dana pemerintahan daerah DKI untuk melindungi warga Jakarta,” tandasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya