Berita

Stafsus Milenial Presiden, Adamas Belva Syah Devara/Istimewa

Politik

Hendri Satrio: Kata-kata Bijak Stafsus Presiden Bikinnya Sambil Ngaca

RABU, 25 MARET 2020 | 22:16 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Keberadaan Staf Khusus Milenial Presiden, Adamas Belva Syah Devara belakangan disorot publik usai menyampaikan ibauan untuk tidak saling mem-bully dalam menghadapi wabah virus corona atau Covid-19.

Dalam pernyataannya, founder Ruang Guru itu meminta publik untuk bertanya kepada diri sendiri tentang sumbangsih yang telah diberikan kepada negara.

Merespons pernyataan tersebut, pengamat politik dari lembaga survei KedaiKopi, Hendri Satrio atau Hensat berpendapat, Stafsus Milenial tersebut harusnya bisa berkaca diri.


“Ya, mungkin pada saat stafsus itu bikin kata-kata bijak, dia bikinnya sambil ngaca kali. Jadi sebetulnya itu buat dia sendiri, dia itu bertanya mungkin, apa yang bisa dia perbuat, untuk negeri ini pada saat corona, mungkin itu yang dia lakukan,”ujar Hensat kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (25/3).

Ia tak mempersoalkan keberadaan staf khusus yang digaji hingga Rp 51 juta perbulan lewat APBN tersebut. Namun demikian, Hensat meminta agar pejabat di istana tidak asal dalam menyampaikan pernyataan di ruang publik.

"Saya enggak nyalahin kalau mau berbuat baik, tapi memang harusnya dia lakukan yang sebaik-baiknya, enggak usah menganggap ada orang yang nge-bully yang belum melakukan apa-apa . Itu kan sama saja si Stafsus menuduh orang lain tidak melakukan apa-apa loh," paparnya.

Akademisi dari Universitas Paramadina ini berharap, para pembantu presiden memiliki cara komunikasi yang baik dan lebih menampilkan kerja nyata, bukan hanya sekadar mengeluarkan kata-kata bijak di sosial media.

“Mudah-mudahan ke depan dia menjaga maksud dan tujuannya itu dengan kebaikan. Mudah-mudahan nanti komunikasinya lebih baik lagi, saya percaya itu digunakan dengan niat baik, tapi niat baik itu harus disampaikan dengan baik juga. Jangan sampai salah kaprah seperti sekarang,” tutupnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya