Berita

Perajin alkohol di Mojolaban mulai kewalahan terima orderan/RMOLJateng

Nusantara

Corona Masih Mewabah, Perajin Alkohol Tradisional Kerepotan Terima Orderan

RABU, 25 MARET 2020 | 13:53 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Wabah virus corona tak hanya membuat para penjual jamu yang mengalami lonjakan permintaan. Para perajin alkohol tradisional pun mendapat berkah di balik wabah virus yang bermula dari Kota Wuhan, China, tersebut.

Sejak dua minggu kemarin, perajin alkohol atau etanol di Mojolaban, Sukoharjo, kewalahan melayani permintaan. Tingginya permintaan etanol ini terutama untuk memenuhi kebutuhan medis maupun warga yang ingin membuat hand sanitizer.

"Sudah dua minggu ini permintaan etanol naik terus, sementara bahan baku pasokannya tetap," jelas Sabariyono (77), perajin etanol dukuh Sentul, Desa Bekonang, Mojolaban, Sukoharjo, Rabu (25/3).


Sabar yang juga Ketua Paguyuban Perajin Etanol menambahkan, kapasitas produksinya masih terbatas. Satu perajin rata rata menghasilkan 100 liter etanol berkadar alkohol 90 persen dalam waktu 8 hari, dengan tiga kali penyulingan.

"Kalau untuk kadar 60-70 persen bisa lebih cepat. Tapi untuk kepentingan medis standarnya 90 persen, masa produksinya 8 hari," imbuh Sabar, dikutip Kantor Berita RMOLJateng.

Agar tidak mengecewakan pelanggan yang sebagian besar dari kalangan medis, Sabar terpaksa membatasi jumlah pembelian. Pembeli dengan permintaan 100 liter ia hanya bisa memenuhi 20 liter saja. Tujuannya agar semua kebagian.

Permintaan pun tetap tinggi meski harga alkohol melonjak naik sekitar 40 persen. Harga semula per liter Rp 30 ribu, kini melonjak hingga Rp 50 ribu.

Untuk diketahui, Mojolaban, khususnya desa Bekonang, merupakan sentra penghasil etanol sejak zaman penjajahan Belanda. Saat ini yang masih bertahan ada 55 perajin.

Namun yang fokus memproduksi etanol kadar 90 persen hanya 10 perajin saja. Selebihnya baru dua kali penyulingan sudah dilepas ke pasaran.

Menurut Kepala Disperindagkop UKM Sukoharjo, Sutarmo, kapasitas produksi etanol kadar 90 persen dari para perajin di Desa Bekonang, rata-rata per bulan sebanyak 68.750 liter sampai 103.125 liter.

"Produksi etanol di Mojolaban ini sebagian besar untuk memenuhi permintaan dari rumah sakit, apotek, dan pabrik rokok di wilayah Solo Raya dan sekitarnya. Kalau ada masyarakat yang ikut membeli untuk pembuatan hand sanitizer harap mengikuti aturan pembuatan yang baik dan benar," ucap Sutarmo.  

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Budi Arie Bakal Dipolisikan soal Ucapan Percepatan Pemilu 2029

Senin, 07 September 2026 | 22:28

Teluk Bayur: Jangan Membangun Aset Tanpa Kargo

Senin, 07 September 2026 | 22:10

PLTP Gunung Ungaran Miliki Sejumlah Manfaat, Eksplorasi Layak Dilanjutkan

Senin, 07 September 2026 | 21:55

Purbaya Tak Ambil Pusing Pramono Ngotot Terbitkan Obligasi DKI Rp5,2 Triliun

Senin, 07 September 2026 | 21:35

BRI dan Serikat Pekerja BRI Tandatangani PKB 2026-2028

Senin, 07 September 2026 | 21:28

Wakapolri Minta Kecakapan Personel dalam Penanganan Bencana dan Konflik Sosial

Senin, 07 September 2026 | 21:15

Dua Pimpinan DPRD Kota Bengkulu Kompak Mangkir Panggilan KPK

Senin, 07 September 2026 | 20:50

Prabowo Instruksikan BRI dan BSI Siapkan Rekening untuk Masyarakat

Senin, 07 September 2026 | 20:48

OJK Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelanggaran Keterbukaan Informasi

Senin, 07 September 2026 | 20:46

Pemerintah Siapkan OMC Atasi Sebaran Abu Anak Krakatau di Empat Provinsi

Senin, 07 September 2026 | 20:31

Selengkapnya