Berita

Santri/Net

Politik

Komisi IX DPR Minta Pesantren Karantina Diri Sendiri Layaknya Militer

RABU, 25 MARET 2020 | 09:23 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Komisi IX DPR menggelar rapat dengar pendapat (RDP) secara virtual conference dengan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, Selasa (24/3).

Dalam rapat tersebut, Komisi IX memberikan catatan penting kepada Kementerian Kesehatan untuk segera dilakukan dan diterapkan oleh pemerintah. Salah satunya meminta agar wilayah pondok pesantren dan kominitas lain melakukan karantina sendiri.

"Kami ingin penanganan khusus di tempat-tempat khusus yang belum terpapar Covid-19 seperti di pesantren, asrama, boarding school, dan komunitas wilayah lakukan karantina sndiri," kata anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay, Rabu (25/3).


Dia memberi contoh selama ini ada pesantren dan boarding school atau asrama belum pernah melakukan kontak langsung dengan dunia luar mereka dipastikan di dalam sekolah aman dan tidak terjangkit Covid-19.

"Dan dipastikan tidak terjangkit virus tersebut baik guru, tenaga edukasi lain, dan siswa-siswa tidak berinteraksi dengan luar maka justru kami minta agar mereka dicdalam, tidak usah pulang," katanya.

"Karena ketika mereka keluar, berarti keluar dari masa karantina dan berpotensi bercampur dengan masyarakat lain. Sementara ketika mereka ada di asrama, mereka lebih aman karena enggak campur dengan masyarakat lain. Ini hampir sama seperti yang dilakukan militer, katanya militer gitu," demikian Saleh menambahkan.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya