Berita

Achmad Yurianto/Net

Kesehatan

Baru Operasi Sebagai RS Darurat, Wisma Atlet Sudah Kedapatan 71 Pasien Corona

SELASA, 24 MARET 2020 | 20:42 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Utara, telah efektif beroperasi sebagai Rumah Sakit (RS) darurat penanganan virus corona atau Covid-19 sejak Senin (23/3/) .

Berdasarkan update data yang disampaikan Jubir pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, jumlah pasien yang sudah dirawat di Wisma Atlet pada Selasa (24/3) hari ini sebanyak 71 orang.

"Pada hari ini sudah ada 102 kunjungan dari pasien Covid-19. Kemudian ada 71 yang langsung kita rawat, dan ada 31 yang tidak perlu dirawat," terang Achmad Yurianto di Gedung Graha BNPB, Jakarta Timur, Selasa (24/3).


Secara umum, lanjut Achmad Yurianto, kondisi 71 orang yang dirawat adalah pasien bepenyakit ringan dan sedang. Dia pun memastikan, bahwa semua pasien di Wisma Atlet adalah orang-orang yang penyakitnya tidak akut.

Namun, apabila ada pasien yang memiliki penyakit berat, apalagi memiliki penyakit bawaaan (Comorbid), maka pasien tersebut akan diminta ke RS rujukan yang ada di Jakarta.

Karena itulah kemudian, pemerintah memberikan dua faktor penilaian untuk menetapkan tempat perawatan pasien corona. Faktor pertama berlaku untuk pasien dengan kategori penyakit berat dan comorbid.

"Ada faktor comorbid yang mempengaruhi (kondisi pasien). Oleh karena itu kita rujuk ke rumah sakit rujukan, adalah RSPAD yang waktu itu kita tingkatkan," ucap Sekretaris Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan ini.

Adapun untuk kategori kedua berlaku bagi pasien yang penyakitnya ringan dan atau sedang. Akan tetapi dikategori ini, Achmad Yurianto menyatakan, pasien tidak bisa melakukan isolasi mandiri, dan perlu perawatan dan pengawasan di RS.

"Atau kita yakini memerlukan layanan monitoring yang lebih intensif dari tim kesehatan. Misalnya pada keluhan yang sedang atau dengan comorbid yang menyertai. Ini yang membutuhakn layanan rumah sakit dengan pengawasan yang ketat," terang Achmad Yurianto.

"Inilah kemudian kita dari awal merencanakan, bahwa rumah sakit rumah sakit tambahan ini adalah bagian dari isolasi rumah sakit, atau karantina rumah sakit," dia menambahkan.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya